Kendari,Kabengga.Id – Pemerintah Kota Kendari masih dihadapkan pada pekerjaan rumah menjelang pelaksanaan UCLG ASPAC 2026. Di tengah upaya mempercantik wajah kota, temuan bangkai kapal di salah satu titik lokasi kegiatan justru menjadi sorotan serius.
Bangkai kapal itu ditemukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat melakukan peninjauan bersama Wakil Wali Kota, Sudirman, pada Jumat (27/3/2026). Lokasi tersebut berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday yang direncanakan menjadi salah satu pusat kegiatan.
Di lokasi itu, Siska mendapati sejumlah pekerjaan belum rampung. Tak hanya bangkai kapal yang mencolok di area kegiatan, fasilitas pendukung seperti lantai tegel juga terlihat rusak. Kondisi ini dinilai berpotensi mencoreng wajah kota di hadapan tamu internasional.
Tanpa menunggu lama, ia langsung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat. Pembersihan kawasan harus segera dituntaskan, bersamaan dengan pembenahan infrastruktur penunjang.
Penataan kawasan, menurutnya, bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan menyangkut citra Kota Kendari sebagai tuan rumah forum internasional. Karena itu, ia juga menyoroti keberadaan pedagang di sekitar lokasi dan meminta camat serta lurah segera melakukan sosialisasi penertiban secara humanis namun tegas.
Sebelumnya, rombongan memulai peninjauan dari Pantai Nambo yang akan menjadi pusat berbagai agenda, mulai dari festival adat, permainan tradisional, hingga festival kuliner. Di titik ini, Siska menekankan pentingnya penataan terpadu—mulai dari pengecatan kawasan, pembangunan taman, hingga pengaturan parkir yang rapi dan terorganisir.
“Saya minta penataan ini segera dilakukan. Mulai besok sudah harus berjalan. Dinas PU segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan DLHK,” tegasnya.
Selain itu, panitia pelaksana diminta menyiapkan tata letak area kegiatan secara matang agar alur acara tertib dan mampu memberikan kenyamanan bagi para delegasi.
Peninjauan kemudian ditutup di Kebun Raya Kendari yang direncanakan menjadi lokasi penanaman pohon oleh para peserta.
Sebagai informasi, UCLG ASPAC 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah daerah se-Asia Pasifik. Agenda ini akan membahas isu strategis, mulai dari pembangunan perkotaan, tata kelola pemerintahan lokal, hingga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 dan akan dihadiri delegasi dari berbagai negara. Dengan skala internasional tersebut, kesiapan lokasi bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.(redaksi).
