Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melatih guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah tersebut untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan penanganan kekerasan terhadap anak di sekolah.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari Nismawati saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan pelatihan tersebut merupakan komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak di lingkungan pendidikan melalui Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan Kota Kendari Tahun 2026.

“Langkah ini dilakukan guna membekali para pendidik serta tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP agar memiliki kapasitas yang mumpuni dalam merespons serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap peserta didik secara tepat dan terpadu,” kata Nismawati.

Dia menyebutkan penguatan kapasitas para penyedia layanan dan tenaga pendidik sangat krusial. Hal ini bertujuan setiap penanganan persoalan anak di lingkungan sekolah dapat dilakukan secara cepat, proporsional, serta berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dan koordinasi antarlembaga.

Pemerintah, lembaga penyedia layanan, satuan pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan perlu membangun kolaborasi yang kuat agar setiap anak yang menghadapi persoalan kekerasan dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan secara optimal,” ujar Nismawati.

Ia menjelaskan, pelatihan dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis para guru dan pengelola layanan dalam mengenali potensi kekerasan, merespons aduan, melakukan intervensi awal, hingga memberikan pendampingan psikososial sesuai dengan kondisi anak.

Melalui penguatan manajemen dan prosedur operasional standar penanganan kasus ini, kami berharap pihak sekolah semakin profesional dan responsif. Sinergi yang terjalin dengan baik diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan terpadu yang menjamin rasa aman, nyaman, dan kondusif bagi anak selama menuntut ilmu di sekolah maupun di tengah lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Kendari Fitriani Sinapoy menyampaikan pelatihan tersebut diikuti 24 SMP dan 22 SD di Kota Kendari. Selain itu, beberapa Satker juga yang turut mengikuti pelatihan, antara lain Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Satgas PPKS, UPTD PPA, dan staf DP3A Kota Kendari.

“Untuk sekolah masing-masing kecamatan dua SD yang ikut,” tambahnya (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *