KONAWE SELATAN — Ancaman cuaca ekstrem kembali memakan korban di wilayah perairan Indonesia. Sebuah longboat yang ditumpangi tiga nelayan asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di sekitar Perairan Tanjung Gomo, Pulau Hari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Minggu (11/1/2026) malam.
Insiden laut tersebut terjadi saat ketiga nelayan tengah melakukan aktivitas memancing. Akibat kejadian itu, dua nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kejadian tersebut pada Senin (12/1/2026) pagi. Informasi awal diteruskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara yang melaporkan adanya nelayan hilang di perairan tersebut.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin, membenarkan peristiwa tersebut.
“Telah terjadi kecelakaan kapal berupa satu unit longboat yang membawa tiga orang nelayan. Dua orang selamat dan satu orang dinyatakan hilang,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, ketiga nelayan berangkat melaut sekitar pukul 18.00 Wita. Namun dua jam kemudian, sekitar pukul 20.00 Wita, longboat yang mereka gunakan diterjang gelombang tinggi disertai cuaca buruk hingga akhirnya tenggelam di tengah laut.
Dua nelayan berhasil bertahan hidup dengan berenang dan menyelamatkan diri ke bagang terdekat. Sementara satu nelayan lainnya, Jurit (50), warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, diduga terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue KPP Kendari segera dikerahkan menuju lokasi kejadian pada pukul 05.50 Wita untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari rescuer KPP Kendari, staf operasi Basarnas, masyarakat sekitar, hingga pihak keluarga korban.
“Pencarian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan seluruh personel di lapangan,” tegas Amiruddin.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dinyatakan hilang dan upaya pencarian terus dilakukan.**
