KENDARI, KABENGGA.ID. — Praktik peredaran narkotika di wilayah Kota Kendari kembali terbongkar. Dua pria yang diketahui berstatus mahasiswa ditangkap aparat Satresnarkoba Polresta Kendari saat diduga hendak menjalankan transaksi sabu-sabu di kawasan Jalan Bunga Kolosua, Lorong Sarungga, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Sabtu malam (9/5/2026).

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut. Informasi itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian melalui penyelidikan tertutup hingga akhirnya petugas bergerak melakukan penyergapan.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan dua terduga pelaku di lokasi berbeda namun masih berada dalam satu kawasan yang diduga kerap dijadikan titik transaksi narkoba.

Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir Musni, mengungkapkan bahwa pelaku pertama berinisial AR (23), warga Kabupaten Konawe Selatan, ditangkap sekitar pukul 21.15 Wita di sebuah rumah warga. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan empat paket sabu dengan berat bruto mencapai 3,61 gram.

“Satu paket ditemukan di saku celana pelaku, sementara tiga paket lainnya disembunyikan di dalam kamar,” ungkapnya.

Tak berselang lama, polisi kembali mengamankan pria berinisial GA (25), warga setempat. Dari tangan pelaku, petugas menemukan empat paket sabu dengan berat sekitar 1 gram yang disimpan di saku celana.

Selain narkotika, aparat turut menyita uang tunai Rp300 ribu yang diduga hasil transaksi sabu, satu saset kosong, serta satu unit sepeda motor tanpa pelat nomor yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas peredaran.

Polisi menduga kedua mahasiswa tersebut bukan sekadar pengguna, melainkan terlibat dalam jaringan peredaran narkoba skala kecil di wilayah Kendari Barat. Dugaan itu diperkuat dengan temuan paket sabu siap edar yang telah dipisahkan dalam beberapa saset.

“Kedua tersangka diduga memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu-sabu,” tegas AKP Andi Musakkir Musni.

Saat ini, kedua pelaku telah digelandang ke Satresnarkoba Polresta Kendari guna menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pemasok maupun jaringan lain yang terhubung dengan kedua tersangka.

Kasus ini kembali menjadi alarm serius terkait maraknya peredaran narkotika di lingkungan generasi muda dan kampus di Kota Kendari. Aparat diminta tidak berhenti pada penangkapan pengguna atau kurir, tetapi membongkar aktor utama yang memasok barang haram tersebut ke daerah.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *