KENDARI, KABENGGA.ID. — Suasana kawasan Pemandian Air Jatuh Sungai Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Sulawesi Tenggara, mendadak gempar setelah sesosok pria ditemukan tak bernyawa di aliran sungai, Minggu (10/5/2026) sore.
Korban diketahui bernama La Talis Nembapatiung alias Talis (44), warga Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Saat ditemukan, tubuh korban berada dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di antara dahan kayu yang rebah di aliran sungai.
Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 Wita oleh tiga warga yang hendak menuju lokasi pemandian. Bukannya menikmati akhir pekan, mereka justru dikejutkan dengan pemandangan tubuh manusia yang sudah tak bergerak di tengah arus sungai.
Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, mengungkapkan para saksi awalnya mengira benda yang tersangkut di kayu hanyalah tumpukan sampah atau batang kayu hanyut. Namun setelah didekati, korban ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Para saksi melihat korban dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di dahan kayu di aliran sungai,” ujar Busran
Temuan itu sontak membuat warga sekitar panik. Informasi penemuan mayat dengan cepat menyebar hingga warga berbondong-bondong mendatangi lokasi. Sejumlah warga bersama aparat kemudian melakukan evakuasi di medan yang cukup licin dan dipenuhi bebatuan.
Sekitar pukul 16.10 Wita, jasad korban berhasil dievakuasi oleh warga bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanua dan personel Babinsa. Korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk menjalani pemeriksaan visum.
Yang mengejutkan, polisi menemukan luka robek pada bagian jidat kiri korban. Temuan luka tersebut memunculkan tanda tanya terkait penyebab pasti kematian korban, apakah murni kecelakaan atau ada faktor lain sebelum korban ditemukan di sungai.
“Korban mengalami luka robek di bagian jidat sebelah kiri dan saat ini masih dilakukan visum di RS Bhayangkara,” kata Busran.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mendalami kronologi terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi juga belum menyimpulkan penyebab kematian sambil menunggu hasil visum dari tim medis.
Peristiwa ini menambah daftar kasus penemuan mayat yang menggegerkan warga Kota Kendari dalam beberapa waktu terakhir, terlebih lokasi penemuan dikenal sebagai salah satu kawasan pemandian yang kerap dikunjungi masyarakat.**
