KENDARI – Perang melawan narkoba tak lagi cukup dengan penindakan. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menggeber langkah preventif dengan menyasar langsung jantung masa depan bangsa: generasi muda.

Bertajuk Talkshow Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Penguatan Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas, kegiatan ini digelar Rabu (21/1) di Aula Kantor Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sultra. Sekitar 80 peserta—terdiri dari perwakilan siswa SMP, MTs, SMA, serta para guru se-Kota Kendari—hadir mengikuti forum yang sarat pesan moral dan kebangsaan.

Talkshow ini diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sultra dan dihadiri jajaran tokoh penting: Ketua MUI Sultra Drs. K.H. Mursyidin, M.Hi., Dirresnarkoba Polda Sultra Kombes Pol Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, S.I.K., M.H., perwakilan Wali Kota Kendari, BNNP Sultra, Dinas Pendidikan Provinsi Sultra, Kemenag Kota Kendari, hingga Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga.

Dalam sambutannya yang lugas dan mengena, PS Kabagbinopsnal Ditresnarkoba Polda Sultra Kompol Jumardin, S.H., M.H., C.MTr., C.PS menegaskan bahwa generasi muda adalah aset strategis bangsa yang tidak boleh dibiarkan menjadi korban jaringan gelap narkotika.

“Kalau generasi muda kita rusak oleh narkoba, maka masa depan bangsa ikut runtuh. Pencegahan harus dilakukan secara masif, terstruktur, dan melibatkan semua elemen—keluarga, sekolah, tokoh agama, dan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan panitia, serta sambutan Ketua MUI Sultra yang sekaligus membuka acara secara resmi. Momentum kian menguat saat peserta bersama-sama membacakan deklarasi anti-narkoba sebagai simbol komitmen kolektif melawan peredaran gelap narkotika.

Materi disampaikan secara berimbang dan tajam oleh Ditresnarkoba Polda Sultra, BNNP Sultra, psikolog, serta perwakilan Kementerian Agama. Topik yang dibahas mencakup dampak destruktif narkoba terhadap fisik dan mental, pentingnya penguatan karakter remaja, serta peran krusial keluarga dan lingkungan sosial dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

Sebagai penguatan pesan, personel Ditresnarkoba Polda Sultra turut membagikan brosur imbauan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada seluruh peserta. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hidup dan interaktif, menunjukkan antusiasme tinggi para pelajar terhadap isu ini.

Melalui kegiatan ini, Polda Sultra menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar pelaku kejahatan narkoba, tetapi juga membangun benteng kesadaran di kalangan generasi muda. Harapannya, para pelajar tak sekadar paham bahaya narkoba, tetapi juga tampil sebagai pelopor lingkungan sehat, aman, dan bebas narkoba—demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *