KABENGGA.ID. – Timnas Tanjung Verde tak gentar menghadapi ujian terbesar dalam sejarah sepak bolanya. Debutan asal Afrika itu siap menantang juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) pukul 05.00 WIB.
Pelatih Tanjung Verde, Bubista, menyebut duel melawan La Albiceleste sebagai momen bersejarah bagi negaranya. Namun, ia menegaskan timnya tidak datang hanya untuk menikmati pertandingan, melainkan berusaha menciptakan kejutan terbesar di turnamen.
“Kami memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Argentina. Kesempatan bermain melawan mereka adalah hadiah bagi para pemain, tim ini, dan seluruh rakyat kami,” ujar Bubista, dikutip dari laman resmi FIFA, Jumat (3/7).
Tanjung Verde menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia 2026. Berstatus sebagai debutan, mereka berhasil menembus babak 32 besar dan menjadi satu-satunya tim pendatang baru yang masih bertahan setelah Curacao, Yordania, dan Uzbekistan lebih dulu tersingkir.
Lebih impresif lagi, Tanjung Verde lolos sebagai runner-up Grup H tanpa sekalipun menelan kekalahan. Meski belum meraih kemenangan, tiga hasil imbang yang mereka bukukan, termasuk menahan raksasa Eropa Spanyol 0-0, cukup mengantarkan mereka ke fase gugur dengan koleksi tiga poin. Mereka finis di bawah Spanyol yang mengoleksi tujuh poin, sekaligus mengungguli Uruguay dan Arab Saudi.
Bubista mengakui anak asuhnya tengah menikmati perjalanan bak mimpi. Namun, menurutnya, mimpi itu harus dibuktikan dengan keberanian saat peluit pertandingan dibunyikan.
“Kami memang sedang menjalani mimpi. Tetapi ketika memasuki lapangan, kami tidak lagi melihat siapa lawan kami. Kami akan menghadapi pertandingan ini dengan cara yang sama seperti saat melawan Spanyol maupun tim lainnya,” tegas pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Menghadapi sang juara bertahan, Bubista mengaku telah mempelajari seluruh penampilan Argentina selama fase grup. Fokus utama analisisnya tentu tertuju kepada Lionel Messi yang tampil luar biasa dengan torehan enam gol, jumlah yang juga menempatkannya sejajar dengan penyerang Prancis, Kylian Mbappe, di puncak daftar sementara top skor Piala Dunia 2026.
“Bagi kami merupakan kehormatan besar bisa menghadapi pemain yang dianggap banyak orang sebagai yang terbaik sepanjang masa,” katanya.
Meski demikian, ancaman Argentina tidak hanya datang dari Messi. Pergerakan Julian Alvarez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul menjadi senjata utama yang membuat permainan La Albiceleste begitu seimbang, efektif, dan sulit dihentikan.
Kombinasi tersebut mengantarkan Argentina melaju ke babak gugur dengan performa yang meyakinkan. Karena itu, Tanjung Verde dituntut tampil disiplin, menjaga organisasi pertahanan, serta memanfaatkan setiap peluang serangan balik cepat jika ingin menciptakan kejutan.
Optimisme juga datang dari bek tengah Tanjung Verde, Diney Borges. Pemain yang dijuluki sebagai benteng pertahanan Hiu Biru itu mengaku antusias akhirnya mendapat kesempatan berhadapan langsung dengan Lionel Messi, sosok yang selama ini hanya ia saksikan di layar televisi.
Meski menaruh rasa hormat kepada sang megabintang, Borges menegaskan timnya tidak akan memasuki lapangan dengan mental inferior. Ia bahkan menyimpan ambisi besar untuk menghentikan langkah juara bertahan.
“Kami memiliki kesempatan ini. Dan jika Tuhan menghendaki, kami bisa menyingkirkan Argentina, sang juara dunia,” ujar Borges penuh keyakinan.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak 32 besar. Di atas kertas Argentina memang lebih diunggulkan. Namun, Tanjung Verde datang membawa semangat sebagai kuda hitam yang sejauh ini belum terkalahkan dan siap menulis sejarah baru di panggung sepak bola dunia.(**).
