Kendari – Aktivitas perusahaan tambang di sekitar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mukmin Sejati yang terletak di Desa Sonai, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dikeluhkan pihak sekolah. Suara alat berat yang beroperasi berpotensi akan mengganggu konsentrasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Ketua Yayasan Keluarga Mukmin Sejati, Ramijo, mengaku aktivitas tambang tersebut baru berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Sementara MI Mukmin Sejati telah berdiri dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih empat tahun

Sekolah ini hadir sudah lima tahunan, jadi kami lebih dulu. Kalau tambang ini baru sekitar dua bulanan beroperasi,” ujar Ketua Yayasan Keluarga Mukmin Sejati, Ramijo kepada Kendariinfo, Minggu (2/8/2026).
Pihak sekolah juga menyoroti jarak antara lokasi tambang dengan bangunan sekolah yang dinilai sangat dekat. Alat-alat berat disebut bekerja hanya sekitar 25 meter dari lingkungan sekolah.
“Hanya sekitar 25 meter dari titik alat-alat berat yang bekerja dengan sekolah kami ini,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali menyampaikan imbauan, namun diduga belum diindahkan oleh pihak operator. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk menata aktivitas pertambangan di sekitar kawasan pendidikan agar tetap memperhatikan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran proses belajar mengajar.

“Siswa kami ini kan anak-anak, takutnya mereka tidak tahu apa-apa terus ke area tambang karena terlalu dekat. Terus, kalau dekat begini berpotensi sekolah kami longsor,” bebernya.

Pihaknya juga meminta perusahaan mempertimbangkan waktu operasional alat berat agar nantinya tidak mengganggu kegiatan belajar siswa.
“Insyaallah kami mulai kelas hari Senin besok,” tutupnya (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *