Kendari, 21 November 2025 — Forum Pemuda Pemudi Bombana (FPPB) Sulawesi Tenggara menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polda Sultra sebagai bentuk desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Desa Rau Rau, Kabupaten Bombana. Aksi ini turut dipimpin oleh koordinator lapangan Bung Faris dan Falsafah Ramadhani.

Dalam aksinya, massa menggunakan satu unit mobil komando berwarna hijau yang dilengkapi pengeras suara. Orator aksi terlihat menyampaikan tuntutan dari atas mobil, sementara peserta lainnya berdiri mengitari kendaraan sambil mempersiapkan perlengkapan dokumentasi.

Melalui pernyataan resminya, FPPB menyampaikan delapan tuntutan utama, di antaranya:

  1. Mendesak Polda Sultra membentuk Tim Investigasi Khusus untuk mengungkap legalitas, dampak lingkungan, dan alur distribusi material aktivitas penggalian di Desa Rau Rau.
  2. Melakukan verifikasi lapangan dan penghentian sementara aktivitas apabila ditemukan indikasi operasi tanpa IUP, izin lingkungan, atau izin stone crusher.
  3. Penindakan tegas tanpa kompromi apabila terbukti ilegal, termasuk penyitaan alat dan proses pidana.
  4. Menghentikan pembiaran aktivitas yang diduga merusak ekologi, merugikan negara, dan melemahkan pengawasan daerah.
  5. Melaksanakan audit investigatif untuk menghitung potensi kerugian negara, termasuk volume material dan nilai ekonomi yang hilang.
  6. Mengusut seluruh rantai keterlibatan dari pengelola, pemodal, pembeli, hingga pihak yang dianggap membiarkan aktivitas tersebut.
  7. Menerapkan tindakan hukum penuh berupa stop order, penyitaan, pemeriksaan, dan penangkapan bila terbukti terjadi pelanggaran.
  8. Pemerintah Kabupaten Bombana diminta memperketat pengawasan distribusi material agar proyek daerah tidak tersuplai dari aktivitas ilegal.

FPPB menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga aparat memberikan langkah konkret terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Atas nama pemuda Bombana, kami tidak akan berhenti sebelum hukum ditegakkan dan kerusakan lingkungan dihentikan,” tegas Falsafah Ramadhani dalam rilis aksinya.

Aksi berjalan tertib dan mendapat perhatian dari publik serta pengguna jalan yang melintas di kawasan Polda Sultra.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *