KENDARI, KABENGGA.ID. — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Konawe Selatan yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2026), bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di tengah deretan pejabat, tokoh masyarakat, dan insan pendidikan yang memadati lapangan Kantor Bupati, perayaan ini menjadi panggung refleksi atas capaian—sekaligus pengingat atas pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Kehadiran Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memberi sinyal kuat tentang pentingnya konsolidasi lintas wilayah di Sulawesi Tenggara. Di tengah dinamika pembangunan daerah yang kian kompleks, sinergi antarpemerintah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan.

Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang dalam pidatonya menegaskan bahwa usia ke-23 Konawe Selatan adalah fase krusial—bukan untuk berpuas diri, tetapi untuk menguatkan fondasi pembangunan jangka panjang.

“HUT bukan sekadar seremoni, tetapi ruang evaluasi. Apa yang sudah dicapai harus diukur, dan apa yang belum harus diselesaikan,” tegasnya.

Gubernur mengakui adanya kemajuan signifikan, terutama di sektor infrastruktur, pertanian, dan pelayanan publik. Namun, di balik capaian tersebut, terselip tantangan klasik yang masih membayangi: ketimpangan pembangunan, kualitas layanan dasar, hingga daya saing sumber daya manusia.

Perayaan yang beririsan dengan Hardiknas semakin mempertegas satu hal mendasar—masa depan daerah bertumpu pada kualitas pendidikan. Dalam konteks ini, pembangunan fisik tanpa diimbangi penguatan SDM berisiko melahirkan kemajuan yang rapuh.

“Pendidikan adalah fondasi utama. Tanpa itu, daerah akan tertinggal dalam kompetisi global yang semakin ketat,” ujar gubernur.

Dengan demikian, HUT ke-23 Konawe Selatan tidak cukup dimaknai sebagai perayaan usia. Ia adalah titik uji: sejauh mana komitmen pemerintah daerah mampu menjawab tantangan riil masyarakat, dan seberapa serius investasi pada manusia ditempatkan sebagai prioritas, bukan sekadar retorika.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *