, KABENGGA.ID – Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kendari menyampaikan keprihatinan terkait dinamika proses pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO). Organisasi menilai bahwa hingga saat ini belum terlihat progres signifikan, padahal kepanitiaan telah terbentuk sejak satu bulan lalu.

Hal ini disampaikan oleh Ferli Muhamad Nur, yang dalam kesempatan ini bertindak selaku Sekretaris Bidang Hikmah PC IMM Kota Kendari. Perlu diketahui, Ferli merupakan mahasiswa aktif UHO dan juga mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO periode 2025-2026.

Ferli menyoroti fakta bahwa Panitia Pemilihan Rektor UHO telah terbentuk sejak satu bulan lalu, tepatnya tanggal 16 Maret. Namun, hingga hari ini, struktur kepanitiaan diketahui belum menunjuk ketua. Kondisi ini dinilai menimbulkan kejanggalan prosedural dan berpotensi memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat akademis, termasuk dugaan adanya kepentingan-kepentingan tertentu di balik keterlambatan tersebut.

“Kami melihat adanya kejanggalan. Panitia baru terbentuk satu bulan lalu, namun pelaksanaannya terlihat belum bergerak maksimal. Bahkan ketua panitia saja belum ditunjuk hingga hari ini. Hal ini perlu diselesaikan segera agar tidak memunculkan persepsi bahwa ada kepentingan tertentu yang sedang diurus,” ujar Ferli dalam keterangannya, Jum’at(17/04/2026).

Ferli juga menanggapi pernyataan Pelaksana Tugas (PLT) Rektor UHO yang sebelumnya menyebutkan rencana pembentukan panitia. Menurut Ferli, realitas di lapangan menunjukkan bahwa meski kepanitiaan sudah terbentuk satu bulan lalu, namun pelaksanaannya justru mengalami keterlambatan dan belum berjalan sesuai harapan.

Masa Jabatan dan Target Penyelenggaraan

Lebih jauh, Ferli menekankan pentingnya percepatan proses ini mengingat batasan waktu yang ada. Meskipun Dr. Herman, S.H., LL.M. ditetapkan sebagai Plt. Rektor dengan masa tugas maksimal satu tahun hingga 25 Agustus 2026, target utama dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) adalah mempercepat Pilrek agar tidak terjadi ketidakpastian kepemimpinan yang berkepanjangan.

Pentingnya Menjaga Netralitas

Terkait hal tersebut, Ferli menekankan pentingnya sikap netral dari PLT Rektor UHO yang saat ini menjabat. Hal ini merujuk pada dasar penunjukan beliau oleh Kemendiktisaintek melalui Surat Perintah Nomor 096/M/KP.06.00/2025 untuk mengisi kekosongan jabatan pasca wafatnya Rektor sebelumnya, Prof. Armid, pada 23 Agustus 2025.

Salah satu alasan utama penunjukan Wakil Rektor III ini adalah karena beliau dinilai tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan rektor definitif, sehingga diharapkan mampu menjaga netralitas dan memastikan proses pemilihan berjalan objektif.

“Mandat dari Kemendiktisaintek sangat jelas, PLT Rektor ditunjuk untuk menjaga keberlanjutan administrasi dan mempersiapkan pemilihan rektor baru dengan sikap netral karena tidak sedang bertarung sebagai calon. Hal ini harus dipegang teguh agar tidak memunculkan spekulasi-spekulasi yang dapat mempengaruhi citra institusi,” tegas Ferli.

PC IMM Kota Kendari berharap agar proses Pilrek UHO segera bergerak maju, transparan, dan bebas dari intervensi pihak manapun demi terpilihnya pemimpin universitas yang berkualitas dan mampu membawa kemajuan bagi UHO.(Redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *