KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menggeser arah kebijakan ekspor dengan memperkuat sektor pertanian dan perikanan. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan tinggi terhadap komoditas tambang yang selama ini mendominasi ekspor daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sukanto Toding, mengungkapkan bahwa sekitar 98 persen nilai ekspor Sultra masih berasal dari sektor tambang. Ketimpangan ini dinilai membuat perekonomian daerah sangat rentan terhadap fluktuasi harga global.

“Ketergantungan pada sumber daya tidak terbarukan harus segera dikurangi. Kita perlu beralih ke komoditas unggulan yang lebih berkelanjutan,” tegas Sukanto, Rabu (25/3/2026).

Sejumlah komoditas potensial mulai didorong sebagai penopang baru ekspor daerah, di antaranya kakao, mete, rumput laut, produk olahan hasil perikanan, serta berbagai hasil pertanian lainnya yang dinilai memiliki daya saing di pasar internasional.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan tidak hanya akan memperkokoh struktur ekonomi Sultra, tetapi juga membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja baru, terutama di wilayah pedesaan.

“Ini bukan sekadar diversifikasi, tapi strategi jangka panjang untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal melalui hilirisasi dan penguatan kualitas produksi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Sultra di pasar global.

Di sisi lain, pembangunan dan pengembangan infrastruktur penunjang ekspor terus dikebut, termasuk optimalisasi pelabuhan di Kendari. Fasilitas ini diharapkan dapat memperlancar distribusi dan membuka akses ekspor langsung ke pasar internasional tanpa bergantung pada daerah lain.

Dengan strategi tersebut, Pemprov Sultra optimistis mampu mengurangi dominasi sektor tambang secara bertahap sekaligus menciptakan fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *