KONAWE — Musibah kebakaran kembali mengguncang warga. Dua unit rumah di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), hangus dilalap si jago merah, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.20 Wita. Meski tidak menelan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan kerugian besar yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Insiden bermula saat seorang warga, Rasyid, merasakan hawa panas yang tidak biasa di dalam rumahnya. Kecurigaan itu berubah menjadi kepanikan setelah ia mendengar suara retakan seperti kayu terbakar dari rumah di sebelahnya.
Kapolsek Unaaha, Iptu La Ode Anti, mengungkapkan bahwa api diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada televisi di salah satu rumah warga.
“Dugaan sementara, korsleting listrik dari TV memicu api yang kemudian merambat ke plafon. Karena sebagian besar material rumah berbahan papan, api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah di sampingnya,” jelasnya.
Rumah yang pertama kali terbakar diketahui milik Ali K., yang saat kejadian tidak berada di lokasi. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kobaran api yang cepat membesar sempat membuat warga sekitar panik. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Daerah Konawe diterjunkan untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp350 juta,” tambah Kapolsek.
Pasca kejadian, para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Sementara itu, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan pengamanan lokasi, pendataan, serta membantu warga terdampak.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan potensi bahaya korsleting listrik di lingkungan permukiman, khususnya pada bangunan dengan material mudah terbakar. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta segera melaporkan setiap kejadian kebakaran guna mempercepat penanganan.
Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tak boleh ikut redup.**
