Kendari — Video dugaan aksi kekerasan senior terhadap mahasiswa junior di lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO) mendadak viral dan menyulut kemarahan publik. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman justru dipertanyakan, setelah rekaman singkat itu memperlihatkan tindakan yang diduga mengarah pada perundungan fisik.
Pelaksana tugas (Plt.) Rektor UHO, Herman, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan pihak kampus tidak tinggal diam dan tengah menelusuri kebenaran video yang beredar luas di media sosial tersebut.
“Saya sudah menghubungi Wakil Dekan III untuk menelusuri informasi ini. Kami juga masih memastikan apakah kejadian itu baru atau peristiwa lama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Menurut Herman, langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi valid sebelum mengambil sikap. Namun ia menegaskan, jika dugaan kekerasan itu terbukti benar terjadi, tidak akan ada kompromi.
“Kalau terbukti, tentu ada konsekuensi. Dari sisi akademik, sanksi pasti diberikan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga membuka ruang bagi proses hukum. Kampus, kata dia, tidak akan menghalangi jika korban memilih membawa kasus ini ke ranah kepolisian.
“Kalau korban ingin melapor, silakan. Itu hak mereka,” tambahnya.
Di tengah sorotan tajam publik, Herman turut mengingatkan pentingnya etika dalam relasi senior dan junior. Ia menekankan bahwa pembinaan tidak boleh dibungkus dengan kekerasan.
“Senior harus membimbing dengan cara yang benar. Mahasiswa baru juga harus saling menghormati,” katanya.
Sebelumnya, video berdurasi 19 detik itu beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan memicu reaksi keras warganet. Dalam rekaman, seorang mahasiswa berbaju singlet hitam terlihat menampar mahasiswa lain yang duduk di pelataran Masjid La Ode Malim.
Tak hanya satu korban, beberapa mahasiswa yang diduga junior tampak duduk berderet dan menerima perlakuan serupa secara bergantian. Ironisnya, sejumlah mahasiswa lain yang berada di lokasi hanya menyaksikan tanpa upaya pencegahan.
Peristiwa yang disebut-sebut terjadi di lingkungan Fakultas Teknik UHO itu kini menjadi sorotan serius. Publik menanti, apakah kampus benar-benar bertindak tegas atau justru membiarkan kasus ini meredup seperti banyak kasus serupa sebelumnya.**
