BUTON UTARA – Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI Teknik UHO Kendari menyoroti kondisi fasilitas umum di Pelabuhan Waode Buri, Kabupaten Buton Utara (Butur), yang dinilai memprihatinkan dan belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Pelabuhan yang dimaksud merupakan jalur penyeberangan Wanci–Waode Buri–Kendari yang berada di Desa Lelamo. Pelabuhan ini menjadi salah satu akses utama mobilisasi masyarakat Buton Utara, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya.

Ketua DPK GMNI Teknik UHO Kendari, Zilki Mataoleo, dalam keterangan persnya, Jumat (13/2/2026), menyampaikan bahwa kondisi Pelabuhan Waode Buri telah lama luput dari perhatian pemerintah, bahkan sejak masa kepemimpinan Bupati sebelumnya hingga saat ini.

“Pelabuhan itu dari tahun ke tahun tak pernah diperhatikan. Bahkan sampai berganti bupati, fasilitasnya masih saja begitu—banyak yang rusak dan kurang, tanpa sedikit pun tersentuh perbaikan,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah fasilitas di pelabuhan tersebut sudah tidak lagi berfungsi secara optimal. Selain itu, masih banyak fasilitas penunjang lainnya yang belum tersedia, padahal pelabuhan tersebut menjadi titik vital bagi masyarakat Buton Utara.

DPK GMNI Teknik UHO menilai, kondisi ini berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan, sekaligus menghambat mobilitas warga.

Atas dasar itu, pihaknya meminta Bupati Buton Utara untuk segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki fasilitas yang rusak serta melengkapi sarana pendukung di Pelabuhan Waode Buri.

“Atas adanya kerusakan tersebut, kami meminta kepada Bupati Buton Utara agar segera mengatasi dan memperbaiki fasilitas yang ada di Pelabuhan Waode Buri,” tegas Zilki.

DPK GMNI Teknik UHO berharap pemerintah daerah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas, mengingat fungsi strategis pelabuhan sebagai penghubung utama masyarakat Buton Utara dengan daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *