Kendari – Seorang penumpang kapal laut KM Tilongkabila ditemukan meninggal dunia secara mendadak saat kapal tengah berlayar dari Gorontalo menuju Kendari, Sulawesi Tenggara. Korban diketahui bernama Abdul Rasyid (44), seorang pegawai negeri sipil (PNS) sekaligus dosen Teknik Industri Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Warga Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe itu ditemukan tak bernyawa di atas ranjang kabin kapal pada Sabtu (20/11/2025) dini hari, ketika KM Tilongkabila bersiap sandar di Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai, sekitar pukul 01.30 Wita.
Korban yang lahir di Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 30 menit sebelum kapal bersandar. Tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan saat pertama kali korban ditemukan, namun penyebab pasti kematiannya masih menjadi tanda tanya.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk, Hasfar, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban.
“Penyebab kematian belum diketahui. Jenazah saat ini dibawa ke RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, untuk dilakukan autopsi,” kata Hasfar kepada awak media.
Usai proses autopsi, jenazah Abdul Rasyid direncanakan akan diterbangkan ke Kendari untuk diserahkan kepada pihak keluarga. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan seluruh biaya pemulangan jenazah akan ditanggung oleh perusahaan.
Peristiwa ini menyita perhatian publik, terutama di lingkungan akademik, mengingat korban merupakan dosen aktif di salah satu perguruan tinggi negeri di Sulawesi. Hingga kini, aparat dan otoritas pelabuhan masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan apakah kematian korban murni akibat kondisi medis atau faktor lain.(redaksi).
