KONAWE UTARA – Manuver berisiko di jalur cepat kembali memakan korban. Adi Wahyudi (36), warga Kecamatan Langgikima, tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam mobil di Jalan Poros Trans Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Sawa, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban mengendarai Honda Scoopy hijau DT 3150 FM dan bertabrakan dengan Toyota Avanza putih DT 1509 QE yang dikemudikan Muh Ichwal Nur Amsori (23).
Berdasarkan keterangan aparat, kecelakaan bermula ketika mobil Avanza melaju dari arah Kendari menuju Asera. Di ruas jalan lurus beraspal—yang seharusnya memberi visibilitas cukup bagi pengemudi—mobil tersebut tiba-tiba melakukan manuver berbelok ke arah kanan, menuju kawasan Pantai Wale.
Di saat bersamaan, korban melaju dari arah yang sama. Jarak yang kian menipis, ditambah dugaan kecepatan tinggi, membuat korban kehilangan kendali. Tabrakan pun tak terhindarkan.
“Korban menabrak bagian samping kanan mobil setelah diduga hilang kendali,” ungkap Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Konawe Utara, Aipda Armand Wahab.
Benturan keras membuat tubuh korban terpental hingga menghantam tugu pertigaan di jalur masuk objek wisata. Luka memar di leher serta lecet di tangan dan kaki menjadi tanda kerasnya benturan yang terjadi.
Ironisnya, di tengah insiden maut tersebut, pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka.
Korban sempat dievakuasi menuju Puskesmas Sawa. Namun nyawanya tak tertolong.
“Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas,” tutup Armand.
Insiden ini kembali menyoroti potensi bahaya di jalur Trans Sulawesi, terutama pada titik-titik akses menuju kawasan wisata yang kerap memicu manuver mendadak. Minimnya antisipasi dan kehati-hatian di jalan lurus berkecepatan tinggi menjadi kombinasi mematikan yang terus berulang.**
