MUNA ,KABENGGA.ID. – Musibah laut kembali terjadi di perairan Sulawesi Tenggara. Dua nelayan dilaporkan terjatuh dari perahu saat mencari ikan di perairan Meleura, Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Selasa (16/6/2026) dini hari. Peristiwa tragis tersebut berujung duka setelah satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu nelayan lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Korban yang ditemukan meninggal diketahui berinisial AM, sedangkan rekannya LD masih dinyatakan hilang di tengah luasnya perairan Meleura yang dikenal memiliki arus dan kondisi laut yang kerap berubah secara cepat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kedua nelayan itu berangkat melaut untuk mencari ikan seperti biasa. Namun nahas, keduanya diduga terjatuh dari perahu saat berada di tengah perairan. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih belum diketahui.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Wahyudi, mengungkapkan bahwa laporan kejadian pertama kali diterima dari Kapolsek Katobu, Ipda Ahmad Ashar. Dalam laporan tersebut disebutkan dua nelayan terjatuh dari perahu saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

“Korban AM lebih dahulu ditemukan oleh warga pada Selasa sekitar pukul 13.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Informasi resmi kemudian kami terima dari Kapolsek Katobu pada pukul 15.45 Wita,” kata Wahyudi, Rabu (17/6).

Menerima laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim diberangkatkan pada pukul 16.05 Wita menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran intensif di sekitar perairan Meleura. Namun hingga operasi hari pertama berakhir pada pukul 18.05 Wita, keberadaan LD belum berhasil ditemukan.

“Penyisiran sudah dilakukan di sekitar lokasi kejadian, tetapi hasilnya masih nihil,” ujar Wahyudi.

Pencarian kemudian dihentikan sementara karena faktor keterbatasan jarak pandang dan kondisi menjelang malam hari. Operasi SAR kembali dilanjutkan pada Rabu pagi dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi korban diduga terjatuh.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berpacu dengan waktu untuk menemukan LD. Sementara itu, keluarga korban terus menanti kabar di tengah kecemasan yang semakin besar seiring belum ditemukannya nelayan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi para nelayan tradisional saat melaut. Minimnya perlengkapan keselamatan serta kondisi cuaca dan gelombang yang sulit diprediksi sering kali menjadi faktor yang memperbesar potensi kecelakaan di laut.

Kini, harapan terakhir tertuju pada operasi pencarian yang masih berlangsung. Tim SAR bersama unsur terkait terus menyisir perairan Meleura dengan harapan LD dapat segera ditemukan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *