Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi meluncurkan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) sebagai upaya memperkuat ekosistem perdagangan daerah sekaligus memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar internasional.

Peluncuran dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kendari, Jumat 8 Agustus 2026.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan, kehadiran GETRA merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekspor yang terintegrasi guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

“Gerai Ekspor Sultra ini adalah perdana yang kita lakukan. Tujuannya untuk membantu para UMKM menjual produknya hingga ke luar negeri,” ujar Andi Sumangerukka

Gubernur menjelaskan, GETRA dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang memberikan pendampingan komprehensif bagi pelaku usaha, mulai dari konsultasi, pelatihan, pemenuhan dokumen ekspor, hingga fasilitasi akses pasar. Melalui layanan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar dan kualifikasi pasar internasional.

“Fengan fasilitas ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar dan kualifikasi pasar global,” tambahnya.

Pada tahap awal operasional, GETRA menargetkan pengiriman sejumlah komoditas unggulan daerah seperti tepung, minyak goreng, dan hasil laut.

Adapun negara tujuan ekspor meliputi Tiongkok serta beberapa negara mitra 

Pemprov Sultra juga menggandeng berbagai pihak dalam pengembangan GETRA, di antaranya Bank Indonesia (BI), Bea Cukai, dan Badan Karantina Indonesia. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memangkas hambatan administratif dan logistik dalam proses ekspor.

“Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memangkas hambatan administratif dan logistik, sehingga semakin banyak produk lokal Sultra yang dapat dipasarkan secara berkelanjutan di pasar global,” jelas Andi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Sultra pada Juni 2026 tercatat sebesar US$321,05 juta atau meningkat 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas ekspor didominasi sektor pertambangan seperti besi dan baja, serta produk non-tambang seperti hasil perikanan, ubur-ubur, arang dan tempurung kelapa (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *