Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau kepada seluruh masyarakat terkait dengan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga 24 April 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan berdasarkan data peringatan dini nomor e.B/ΜΕ.02.04/114/KKNI/IV/2026, kondisi atmosfer menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang.

“Fenomena ini dipicu oleh suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif, serta adanya konvergensi atau penumpukan massa udara di wilayah tersebut,” kata Faizal Habibie.

Dia menyebutkan selain itu, terdapat juga massa udara basah pada lapisan rendah dan indeks labilitas yang kuat dalam skala lokal turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di Sulawesi Tenggara.
Secara rinci, potensi hujan sedang hingga lebat ini diprakirakan akan mulai terkonsentrasi di wilayah Kolaka Utara pada 19 April 2026 Selanjutnya, pada 20 April 2026 cakupan wilayah yang berpotensi terdampak meluas hingga ke Kolaka Utara, Buton Utara, Buton, Buton Tengah, Baubau, dan Buton Selatan.
“Memasuki 21 April 2026, cuaca ekstrem diprediksi terjadi di wilayah Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur,” ujarnya.
Kemudian, tren potensi cuaca buruk tersebut berlanjut pada 22 April 2026 di wilayah Kolaka, Bombana, dan Konawe Utara, sedangkan pada 23 April 2026 potensi hujan lebat diprakirakan masih bertahan di wilayah Kolaka.
Faizal Habibie mengungkapkan bahwa BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak sekunder dari kondisi cuaca ini, seperti berkurangnya jarak pandang, jalanan licin, hingga potensi banjir dan tanah longsor bagi wilayah-wilayah yang rentan. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *