Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiagakan sebanyak 11 unit mesin pompa air untuk mengantisipasi kekeringan lahan persawahan milik warga selama musim kemarau atau fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung pada Mei hingga Juli 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa penyediaan sarana pompa air tersebut merupakan langkah preventif guna mencegah penurunan produksi pertanian akibat kemarau panjang.
“Kami menyiapkan 11 unit pompa air ini untuk digunakan secara mobile atau berpindah-pindah, menyesuaikan kebutuhan kelompok tani yang sawahnya membutuhkan pasokan air agar tidak kekeringan,” kata Imran.
Ia menjelaskan bahwa selain 11 unit pompa yang menjadi aset pemerintah daerah tersebut, terdapat pula mesin pompa swadaya milik kelompok tani yang telah tersedia untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Kota Kendari.
Imran juga memastikan kondisi sumber mata air utama yang selama ini digunakan untuk mengairi lahan pertanian di Kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, masih dalam kondisi baik.
Menurutnya, debit air di wilayah tersebut tetap stabil dan tidak mengalami kekeringan meski memasuki musim kemarau.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk dukungan sarana dan prasarana pertanian apabila kondisi kekeringan sudah masuk kategori ekstrem,” ujarnya.
Langkah ini, lanjut dia, merupakan upaya nyata pemerintah kota untuk mencegah gagal panen, terutama pada komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, dan sayur-sayuran yang sangat rentan terhadap dampak El Nino.
“Tanaman hortikultura membutuhkan pasokan air yang cukup, sementara lokasinya tersebar luas, sehingga tidak seluruhnya bisa dijangkau oleh mesin pompa air,” tambahnya.
Meskipun demikian, Imran mengklaim fenomena El Nino tahun ini tidak memberikan dampak buruk yang signifikan terhadap komoditas padi. Pemkot Kendari dijadwalkan melakukan panen raya pada awal Mei 2026.
Ia optimistis produksi padi kali ini akan meningkat dibandingkan hasil panen raya Desember 2025 yang mencapai 3.577 ton.(redaksi)
