(redaksi) – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung, Maikel Andrestein G, melontarkan kritik keras terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas Rarowatu yang dinilai telah gagal menjalankan fungsi dasarnya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden tidak adanya tenaga medis yang berjaga saat seorang pasien dalam kondisi darurat membutuhkan pertolongan pertama. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak dapat ditoleransi.
Maikel Andrestein G menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah yang pertama, melainkan telah berulang kali terjadi dan menjadi keluhan masyarakat selama ini.
“Kami berbicara berdasarkan fakta di lapangan. Ini bukan kejadian pertama. Keluhan masyarakat terkait kelalaian petugas kesehatan di Puskesmas Rarowatu sudah sering kami dengar. Artinya, ada pembiaran yang terus terjadi tanpa penyelesaian,” tegas Maikel.
Sebagai Ketua Umum, ia menilai bahwa lemahnya pengawasan dan buruknya manajemen pelayanan menjadi akar dari persoalan ini, yang pada akhirnya merugikan masyarakat secara langsung.
“Ketika fasilitas kesehatan tidak mampu memberikan pelayanan dasar, maka itu adalah kegagalan kepemimpinan. Ini menyangkut tanggung jawab moral dan profesional,” lanjutnya.
Atas dasar itu, Maikel Andrestein G secara resmi menyampaikan ultimatum kepada pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk segera mengambil tindakan tegas.
“Saya, sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung, memberikan ultimatum 3×24 jam kepada pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk segera mencopot Kepala Puskesmas Rarowatu. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban yang harus ditegakkan,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika tuntutan tersebut diabaikan.
“Jika dalam waktu yang telah kami tentukan tidak ada langkah konkret, maka kami akan turun langsung ke jalan melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk perlawanan terhadap buruknya pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Maikel, aksi yang akan dilakukan bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga sebagai suara masyarakat yang selama ini merasa diabaikan.
“Kami berdiri membawa suara masyarakat. Ini bukan kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi perjuangan untuk hak dasar masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” tutupnya dengan nada tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *