Kendari — Kabengga.id ll Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sultra Tahun 2025, yang dirangkaikan dengan Sultra Youth Apothecary Panel (SYAP) oleh Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) dan Pertemuan Ilmiah Daerah (PITDA), di Kendari, Sabtu (8/11/2025).

Dalam sambutannya, Asrun Lio menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wujud nyata komitmen IAI Sultra dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme apoteker di Bumi Anoa.

“Kami berharap Rakerda ini mampu melahirkan program kerja yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan arah pembangunan daerah di sektor kesehatan,” ujar Asrun Lio.

Ia menegaskan pentingnya pemerataan layanan kefarmasian di seluruh wilayah Sultra, termasuk daerah terpencil, agar masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan apoteker yang berkualitas. Pemerintah daerah, katanya, memberikan dukungan penuh terhadap program kerja IAI yang terarah dan berkelanjutan.

Asrun Lio juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan profesi apoteker dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, terutama melalui kampanye penggunaan obat yang rasional (DAGUSIBU) — Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar.

“Apoteker adalah garda terdepan dalam literasi kesehatan. Mari kita optimalkan peran apoteker dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penguatan layanan kesehatan primer, khususnya di puskesmas,” tambahnya.

Sekda juga memberikan dukungan terhadap semangat generasi muda apoteker yang tergabung dalam IYPG melalui kegiatan SYAP, yang dinilainya sebagai ruang penting bagi lahirnya inovasi dan kepemimpinan baru di bidang kefarmasian.

“Semangat dan ide segar apoteker muda merupakan modal berharga untuk mendorong transformasi layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asrun Lio menyampaikan tiga pesan utama bagi seluruh apoteker Sulawesi Tenggara:

  1. Menjaga integritas dan profesionalisme, dengan menjunjung tinggi kode etik serta standar pelayanan terbaik.
  2. Melakukan transformasi layanan, dari yang berorientasi pada produk menjadi berpusat pada pasien (patient-oriented).
  3. Menjaga keseimbangan diri (self-care), karena apoteker yang sehat secara fisik dan mental akan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, Sekda berharap Rakerda IAI 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi profesi apoteker sekaligus melahirkan keputusan yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Sulawesi Tenggara.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *