Muna, Kabengga.Id – Pernyataan Bupati Muna yang menyebut kritik terhadap kerusakan jalan sebagai bagian dari kepentingan lawan politik menuai tanggapan keras dari kalangan pemuda. Salah satunya datang dari Adil Mono Arso, yang menegaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat adalah bentuk kepedulian, bukan manuver politik.
Adil Mono Arso menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Muna merupakan masalah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, kritik yang muncul adalah wajar dalam sistem demokrasi dan tidak boleh disederhanakan sebagai serangan politik.
“Kami sebagai masyarakat Muna memiliki hak konstitusional untuk mengkritisi kinerja maupun kebijakan pemerintah daerah. Jangan setiap kritik dibungkus dengan narasi politik untuk menghindari tanggung jawab,” tegas Adil.
Ia juga menekankan bahwa kondisi jalan yang rusak, khususnya di sejumlah wilayah strategis, telah berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga keselamatan masyarakat. Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus pada penyelesaian masalah, bukan membangun opini yang justru memperkeruh keadaan.
“Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk solusi dan dorongan agar pemerintah segera bertindak. Ini bukan kritik untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangun Kabupaten Muna yang lebih baik,” lanjutnya.
Adil juga mengingatkan bahwa dalam prinsip pemerintahan yang baik, kritik publik merupakan bagian penting dari kontrol sosial. Menutup ruang kritik atau mempolitisasi suara masyarakat justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Muna untuk segera menghadirkan langkah konkret dalam menangani kerusakan jalan, serta membuka ruang dialog yang sehat dengan masyarakat.
“Jangan alergi terhadap kritik. Dengarkan rakyat, karena suara mereka adalah dasar dari legitimasi kekuasaan,” tutup Adil Mono Arso
