BOMBANA, KABENGGA.ID. – Sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Jumat, 22 Mei 2026, mengundang perhatian publik setelah memperlihatkan seorang pasien diduga ibu hamil dievakuasi menggunakan perahu body di wilayah Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama PKM Kabaena Timur dengan caption yang menyentuh dan menggambarkan perjuangan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.
“Ketika mulai merasa bahwa profesi ini berat ingat kembali lagi, bahwa ternyata tangan yang sempat ku ragukan ini bisa jadi penolong untuk kesembuhan atau keselamatan manusia yang lain,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung dibanjiri komentar warganet yang mempertanyakan kondisi pasien hingga keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
Salah satu akun Facebook bernama Musria Milna Naira menuliskan komentar:
“Orang mana ini dia sakit apa kasihan semoga selamat sampai tujuan.”
Komentar tersebut kemudian dijawab oleh akun lain bernama Lala Ibong Tho yang menyebut pasien berasal dari wilayah Wumbuburo dan diduga akan menjalani persalinan.
“Bantu jawab orang Wumbuburo dia mau melahirkan,” tulisnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu terjadi di kawasan Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana. Pasien disebut harus dievakuasi melalui jalur laut menggunakan perahu body karena keterbatasan akses transportasi dan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Hingga kini belum diketahui secara pasti pasien tersebut akan dirujuk ke fasilitas kesehatan mana. Namun kondisi yang terekam dalam video viral itu menjadi sorotan tajam masyarakat.
Peristiwa tersebut dinilai sebagai tamparan keras bagi pemerintah terkait pelayanan kesehatan di daerah kepulauan yang masih memprihatinkan. Dalam kondisi darurat seperti persalinan, keselamatan pasien sangat bergantung pada ketersediaan sarana transportasi dan akses medis yang memadai.
Warganet pun berharap pemerintah segera menghadirkan solusi nyata agar masyarakat di wilayah terpencil tidak lagi menghadapi risiko besar hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.(redaksi).
