KENDARI, KABENGGA.ID. — Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mencuat di Kota Kendari. Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut tuntas dugaan penimbunan BBM yang disebut melibatkan jaringan terorganisir.

Dugaan tersebut menyeret oknum berinisial (H) yang disebut melakukan aktivitas penimbunan menggunakan mobil milik PT Hasima Karya Persada di kawasan Jalan Martandu dan Desa Amoito.

Jenderal Lapangan Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sultra, Aiz Tenggara, menilai praktik penimbunan BBM bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat luas.

“Kelangkaan BBM yang terus terjadi diduga bukan murni karena distribusi, tetapi ada permainan mafia yang menjadikan kebutuhan rakyat sebagai ladang bisnis ilegal,” tegas Aiz, Jumat.

Ia menduga praktik tersebut tidak mungkin berjalan sendiri dan diduga melibatkan jaringan distribusi ilegal, pemodal, hingga pihak yang membekingi aktivitas tersebut.

“Kami menduga ada aktor besar di belakang praktik ini. APH jangan hanya menyasar operator lapangan, tetapi harus membongkar seluruh jaringan, termasuk pemodal dan backing pelaku,” katanya.

Konsorsium juga mendesak aparat segera memanggil dan memeriksa oknum berinisial (H) yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan BBM tersebut.

Menurut Aiz, lemahnya pengawasan distribusi BBM membuat praktik mafia semakin leluasa bergerak di Kota Kendari. Ia mengingatkan, lambannya penanganan kasus justru dapat memicu hilangnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Negara tidak boleh kalah dengan mafia BBM. Jika aparat terkesan diam, publik akan menilai ada pembiaran terhadap kejahatan yang merampas hak masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk tekanan moral, Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sultra menyatakan siap menggelar aksi besar-besaran apabila aparat dinilai tidak serius menuntaskan dugaan mafia BBM tersebut.

“Semua pelaku harus diproses tanpa pandang bulu. Tangkap aktor utama, bongkar aliran distribusi ilegal, dan usut seluruh pihak yang terlibat,” tutup Aiz Tenggara.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *