KENDARI,KABENGGA ID. – Misteri penikaman maut yang merenggut nyawa seorang pemuda di kawasan Pedestrian Eks MTQ Kendari mulai menemukan titik terang. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari berhasil meringkus empat orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang menewaskan Muh Kifli (21), warga Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Keempat terduga pelaku diamankan aparat pada Senin (27/7/2026) tanpa perlawanan. Penangkapan tersebut menjadi langkah awal kepolisian untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa berdarah yang sempat menggemparkan masyarakat Kota Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, seluruh terduga pelaku kini telah berada di Mapolresta Kendari guna menjalani pemeriksaan intensif.
“Iya, empat terduga pelaku sudah berhasil kami ringkus,” ujar Welliwanto kepada wartawan, Senin.
Meski demikian, polisi masih menutup rapat identitas para terduga pelaku. Penyidik saat ini fokus mendalami kronologi kejadian, peran masing-masing pihak, serta motif yang melatarbelakangi aksi penikaman hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
“Terkait kronologi hingga motif sedang kami dalami,” katanya.
Welliwanto menegaskan, penyidikan masih terus berkembang. Polisi juga membuka kemungkinan adanya fakta-fakta baru yang akan terungkap seiring pemeriksaan terhadap para terduga pelaku maupun saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (27/7/2026) dini hari di kawasan Pedestrian Eks MTQ Kendari, Jalan Tebaununggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terlibat perselisihan dengan kelompok pemuda lain yang kemudian berujung bentrokan.
Dalam keributan tersebut, salah seorang yang diduga berasal dari kelompok lawan diduga mengeluarkan senjata tajam dan menusukkan senjata itu ke dada kiri korban. Meski mengalami luka serius, Muh Kifli masih berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke dalam selokan di sekitar lokasi.
Warga yang mengetahui kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSAD TK IV dr. R. Ismoyo Kendari. Namun, akibat luka tusuk yang dideritanya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Selanjutnya, jenazah korban dipindahkan ke RS Bhayangkara Kendari untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, penyidik Polresta Kendari masih bekerja mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mengungkap secara menyeluruh motif dan peran masing-masing pihak dalam kasus penikaman maut tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada penyidik.(redaksi).
