Kendari – Pemuda Muna Timur, Aman Djaari, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Muna atas pengoperasian kembali dua unit bus sekolah gratis yang mulai aktif sejak Januari 2026. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pelajar menuju sekolah.
Menurut Aman, kehadiran bus sekolah gratis memberikan dampak positif, khususnya bagi pelajar di wilayah perkotaan. Selain meringankan beban biaya transportasi orang tua, program ini juga dinilai mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar.
Ia menilai langkah yang diambil Kepala Dishub Muna, Wiraman Almia, patut diapresiasi. Aktivasi kembali layanan bus sekolah disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan sektor pendidikan dari sisi transportasi.
Namun demikian, Aman mengingatkan agar layanan tersebut tidak hanya terpusat di wilayah kota. Ia meminta pemerintah daerah mulai memikirkan solusi transportasi serupa bagi pelajar di wilayah Muna Timur yang hingga kini belum tersentuh layanan bus sekolah gratis.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah timur Kabupaten Muna memiliki tantangan tersendiri. Jarak tempuh yang relatif jauh serta keterbatasan akses transportasi umum kerap menjadi hambatan bagi siswa dalam menempuh pendidikan setiap hari.
“Banyak siswa terpaksa menggunakan kendaraan pribadi meski belum cukup umur atau belum memiliki kelengkapan keselamatan yang memadai. Kondisi ini tentu berisiko dan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Aman menegaskan bahwa akses transportasi yang aman dan layak merupakan hak seluruh pelajar di Kabupaten Muna tanpa terkecuali. Prinsip pemerataan pelayanan publik, kata dia, harus diwujudkan hingga ke wilayah timur.
Ia juga mendorong agar Dishub Muna segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk mengusulkan penambahan armada bus sekolah baru guna mengakomodasi kebutuhan pelajar di kecamatan-kecamatan Muna Timur.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kepala Dishub Muna yang telah menghidupkan kembali layanan ini di pusat kota. Namun kami berharap ada langkah lanjutan berupa pengusulan armada tambahan agar wilayah Muna Timur juga merasakan manfaatnya,” tegas Aman.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi dan komitmen Bupati Muna, Bachrun Labuta, dalam memberikan jaminan keselamatan bagi pelajar sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dengan adanya tambahan armada, layanan bus sekolah diharapkan tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan, melainkan mampu menjangkau daerah-daerah pinggiran yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Pemuda Muna Timur berharap aspirasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga pemerataan layanan transportasi pendidikan benar-benar terwujud demi menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berkeadilan bagi seluruh pelajar di Kabupaten Muna.
