Kendari : Wali kota Kendari Hj.Siska Karina Imran mengatakan Pemerintah kota (Pemkot) Kendari akan mengaktifkan kembali penggilingan padi yang berada di kawasan persawahan Amohalo kecamatan Baruga.
“Jadi kita akan kembali mengaktifkan salah satu penggilingan yang ada di kawasan persawahan Amohalo agar gabah – gabah hasil panen para petani tidak lagi keluar dari kota Kendari,” ungkap Siska Karina Imran pada kegiatan temu wicara pertanian yang disiarkan langsung LPP RRI Kendari, di halaman kantor Pertanian kota Kendari, Rabu (3/12).
Menurut Siska seharuskan produksi hasil pertanian yang ada di kota Kendari ini, tidak lagi harus keluar dan kembali ke kota Kendari, justru sebaliknya hasil pertanian yang ada dapat di kelola dan dinikmat sendiri.
“Sebenarnya kita tidak sadar, kita yang menghasilkan, terus kita bawa keluar, terus yang dari luar datang lagi menjual ke kota Kendari dengan harga yang mahal, jadi permasalahannya adalah penggilingan dan packing yang tidak kita lakukan,” ujarnya.
Siska juga menjelaskan agar hasil produksi pertanian yang ada di kota Kendari tidak sampai keluar, pihaknya akan menjadikan hal ini sebagai prioritas salah satunya dengan kembali mengaktifkan penggilingan padi yang ada di Amohalo tersebut.
“Jadi kami akan tetap berkoordinasi dengan pihak Bulog agar produksi pertanian seperti beras ini dapat juga di serap, sehingga tidak ada lagi hasil pertanian kota Kendari yang keluar,” terangnya (redaksi)
