BOMBANA, KABENGGA.ID — Pemerintah Desa Lombakasih, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menyusun arah pembangunan desa untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Desa (Musdes), Kamis (10/9/2026).

Musdes yang digelar di Balai Desa Lombakasih tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam rencana kerja pemerintah desa tahun anggaran 2027.

Kepala Desa Lombakasih, Musaham, mengatakan Musdes digelar sebagai langkah awal pemerintah desa dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027. Menurutnya, usulan masyarakat menjadi salah satu dasar penting agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Untuk rencana kerja Pemerintah Desa Lombakasih tahun 2027, kami segera bergerak mengadakan musyawarah desa. Musyawarah ini dilaksanakan pada 10 September 2026 dan dipimpin langsung oleh Ketua BPD,” kata Musaham kepada Kabengga.id.

Ia menjelaskan, Musdes melibatkan berbagai unsur masyarakat. Di antaranya empat perwakilan dari masing-masing dusun, Karang Taruna, TKK, Majelis Taklim, guru-guru TK, pengurus masjid, pengurus pura, serta sejumlah perwakilan masyarakat lainnya. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan membuat perencanaan pembangunan lebih partisipatif.

Dari forum tersebut, BPD menampung lebih dari 50 usulan yang disampaikan masyarakat. Seluruh usulan nantinya akan dibahas dan diseleksi berdasarkan kebutuhan serta tingkat urgensinya sebelum ditetapkan melalui Musrenbang Desa. Tahapan ini penting agar tidak seluruh usulan sekadar menjadi daftar, tetapi dapat diprioritaskan sesuai kemampuan anggaran dan kebutuhan paling mendesak.

Musaham menyebut sejumlah persoalan yang paling banyak mendapat perhatian adalah pembangunan jalan usaha tani, saluran irigasi, serta kebutuhan bibit pertanian. Persoalan bibit bahkan menjadi pembahasan cukup panjang karena kondisi tanaman yang mengalami gagal panen berdampak langsung terhadap kehidupan dan penghasilan petani. Pemerintah desa berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program 2027.

“Harapan kami, tahun 2027 anggaran desa bisa lebih besar sehingga usulan masyarakat dapat terpenuhi. Yang paling kami harapkan adalah persoalan yang sifatnya mendesak, seperti penyelesaian jalan usaha tani dan pemenuhan kebutuhan bibit untuk musim tanam berikutnya,” ujar Musaham. Ia menegaskan, pemerintah desa akan berupaya mengawal hasil Musdes agar program prioritas benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Lombakasih./DR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *