KENDARI, KABENGGA.ID. — Puluhan mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari menggelar aksi demonstrasi di halaman kampus, Rabu (13/5/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap pihak pengelola kampus yang dinilai tidak memberikan kejelasan terkait status akademik sejumlah mahasiswa angkatan 2017 hingga 2021 dan seterusnya.

Dalam aksi itu, mahasiswa menuntut kepastian atas hak-hak akademik mereka yang hingga kini dianggap terabaikan. Massa aksi mengaku telah memenuhi seluruh kewajiban administrasi, termasuk pembayaran kuliah selama menempuh pendidikan, namun belum mendapatkan kepastian terkait proses akademik maupun kelulusan.

Salah seorang orator aksi menegaskan, mahasiswa merasa menjadi korban dari persoalan yang terjadi di internal kampus. Ia menyebut perjuangan orang tua membiayai pendidikan seolah tidak dihargai karena ketidakjelasan status akademik yang dialami mahasiswa.

“Kami hanya menuntut hak kami. Orang tua kami sudah bersusah payah membiayai kuliah, tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Ini menjadi kekecewaan besar bagi kami,” ujar salah seorang mahasiswa saat berorasi.

Mahasiswa lainnya mengaku datang dari Maluku Utara untuk menempuh pendidikan di Kendari. Ia menyebut seluruh tahapan akademik telah dijalani, mulai dari pembayaran, ujian hingga yudisium. Namun, proses wisuda yang sebelumnya telah dipersiapkan justru dibatalkan secara mendadak.

Menurutnya, pihak kampus berdalih namanya tidak terdaftar di Forlap Dikti. Padahal, dirinya mengaku aktif mengikuti seluruh proses perkuliahan hingga tahap akhir penyelesaian studi.

“Orang tua kami datang jauh-jauh menyeberangi Laut Banda ke Sulawesi Tenggara untuk menghadiri wisuda, tetapi akhirnya dibatalkan. Ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Aksi demonstrasi sempat berlangsung ricuh. Massa aksi membakar ban bekas di depan kampus dan merusak sejumlah fasilitas di area kampus sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan terhadap pengelola perguruan tinggi tersebut.

Mahasiswa menilai persoalan itu telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Mereka mendesak pihak kampus untuk segera memberikan penjelasan, pertanggungjawaban, serta solusi konkret atas polemik status akademik yang dialami mahasiswa.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *