Kendari — Kabengga.id ll Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Arinta Andi Sumangerukka, menyerukan pentingnya peran perempuan sebagai garda terdepan dalam membangun budaya antikorupsi. Seruan itu disampaikan saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Perempuan Antikorupsi Provinsi Sultra yang digelar di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan bertema “Peran Perempuan Sebagai Garda Terdepan dalam Membangun Budaya Antikorupsi” ini turut dihadiri jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, khususnya dari Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat, pejabat Pemprov Sultra, tokoh perempuan, aktivis, dan penggerak organisasi wanita.
Dalam sambutannya, Arinta menyampaikan apresiasi kepada KPK atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya sebagai langkah nyata memperkuat gerakan moral dan sosial dalam pemberantasan korupsi.
“KPK menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya urusan hukum dan aparat, tetapi juga urusan moral, nilai, dan karakter — di mana perempuan memegang peran yang sangat penting,” ujar Arinta.

Menurutnya, perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya kuat, berilmu, dan berakhlak mulia, maka keluarga dan bangsa pun akan kokoh.
“Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Dari keteladanan perempuanlah lahir generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berani menegakkan kebenaran,” tambahnya.
Arinta menegaskan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga penyakit moral dan budaya. Karena itu, penanggulangannya tidak cukup dengan sanksi, melainkan memerlukan keteladanan dan kasih sayang — nilai yang identik dengan sosok perempuan.

Sebagai Ketua TP-PKK Sultra, ia menegaskan bahwa gerakan antikorupsi sejalan dengan misi utama PKK yang menempatkan keluarga sebagai pondasi perubahan sosial.
“Gerakan antikorupsi tidak akan berhasil bila keluarga membiarkan perilaku tidak jujur dianggap biasa. Ketika nilai kejujuran dan kerja keras diajarkan di rumah, generasi penerus akan tumbuh menjadi pribadi yang bersih dan amanah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Arinta juga menegaskan komitmen TP-PKK untuk menjadi mitra strategis KPK dan pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai integritas di tingkat akar rumput, melalui kelompok dasa wisma, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pendidikan karakter.
Ia memuji karakter perempuan Sulawesi Tenggara yang dikenal tangguh, pekerja keras, dan berani.
“Kini saatnya perempuan Sultra menjadi pelopor integritas — menjadi suara yang tegas menolak suap, menolak gratifikasi, dan menolak segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.
Lebih jauh, Arinta menggagas Gerakan Perempuan Berintegritas, sebuah gerakan moral yang dimulai dari keluarga dan kehidupan sehari-hari.
“Ajarkan anak-anak kita untuk berkata jujur, untuk memahami bahwa rezeki yang halal lebih berkah daripada harta yang haram. Ajarkan bahwa menjadi manusia amanah adalah kebanggaan sejati,” serunya.
Ia menutup sambutannya dengan harapan agar nilai-nilai kejujuran dan integritas terus tumbuh di setiap keluarga Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Melalui kegiatan ini, Ketua TP-PKK Sultra berharap semangat antikorupsi tidak hanya hidup di lembaga formal, tetapi juga berakar kuat di tengah keluarga dan masyarakat — dengan perempuan sebagai garda terdepan membangun budaya integritas di Bumi Anoa.(redaksi).
