RAHA, KABENGGA.ID – Gerakan mahasiswa di Kabupaten Muna kembali memanas. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Muna menggelar konsolidasi guna menagih realisasi janji politik Bupati Muna yang dinilai belum terpenuhi hingga kuartal pertama tahun ini.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Raha ini diikuti puluhan kader dari berbagai komisariat. Konsolidasi difokuskan untuk menyatukan sikap dan merumuskan strategi advokasi terhadap sejumlah persoalan krusial, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan hingga sorotan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Ketua GMNI Muna, Aswan Syahril, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah.
“Rakyat butuh bukti, bukan janji. Banyak program strategis belum terealisasi, sementara ketimpangan di lapangan terus terjadi,” tegasnya, Minggu, (26/4/2026).
GMNI Muna menyoroti tiga isu utama: mangkraknya perbaikan jalan, minimnya transparansi anggaran, dan janji kampanye bupati yang belum terealisasi.
Sebagai tindak lanjut, GMNI akan melayangkan permintaan audiensi terbuka kepada Bupati Muna. Jika tidak direspons, mereka memastikan akan menggelar aksi massa lebih besar.
“Ini peringatan awal. Jika diabaikan, kami akan turun dengan kekuatan lebih besar,” ujar koordinator aksi.
Konsolidasi berlangsung tertib namun penuh semangat, menandai konsistensi mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik di Bumi Sowite.(Red).
