BUTON UTARA, SULAWESI TENGGARA – Wilayah Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 3,9 Magnitudo pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 02.25 WITA. Gempa terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap, memicu kepanikan ringan di sejumlah permukiman.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 4,49 Lintang Selatan dan 122,96 Bujur Timur, atau sekitar 37 kilometer barat laut Buton Utara. Gempa tersebut terjadi di darat dengan kedalaman sangat dangkal, hanya 5 kilometer, sehingga getarannya dirasakan cukup jelas oleh warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa karakteristik gempa menunjukkan adanya aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” ujar Nasrol dalam keterangan resminya.

Hasil pemodelan peta guncangan (Shakemap) serta laporan masyarakat menunjukkan gempa dirasakan di wilayah Buton Utara dengan intensitas III MMI. Pada level ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sering disamakan dengan sensasi kendaraan berat yang melintas.

Meski getaran dirasakan cukup jelas, hingga laporan ini diturunkan belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun gangguan infrastruktur akibat peristiwa tersebut.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Nasrol.

BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 05.15 WITA, pemantauan seismik belum menunjukkan adanya gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang beredar di media sosial. Warga juga diminta mengikuti perkembangan resmi hanya dari sumber berwenang.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *