KENDARI,KABENGGA.ID. – Gerakan Aktivis Pemuda Sulawesi Tenggara (GAPS) mengecam dugaan tindakan salah seorang penyidik di Polresta Kendari yang diduga memblokir kontak WhatsApp perwakilan GAPS saat organisasi tersebut berupaya memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax di SPBU Bundaran Tank, Kota Kendari.

Perwakilan GAPS, Ilham, menilai tindakan tersebut mencerminkan sikap yang tidak kooperatif dan bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi yang semestinya dijunjung tinggi oleh aparat penegak hukum dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan suatu perkara, sepanjang tidak mengganggu proses penyidikan yang sedang berjalan.

GAPS menegaskan bahwa upaya meminta informasi tersebut bukan merupakan bentuk intervensi terhadap proses hukum, melainkan bagian dari pengawasan publik agar setiap penanganan perkara dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan transparan.

“Sebagai lembaga kontrol sosial, kami berkepentingan memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara serius dan terbuka. Dugaan pemblokiran kontak terhadap pihak yang meminta perkembangan penanganan perkara justru menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen terhadap prinsip pelayanan publik dan transparansi,” ujar Ilham.

Atas dasar itu, GAPS mendesak Kapolresta Kendari untuk segera melakukan evaluasi terhadap dugaan tindakan oknum penyidik tersebut apabila terbukti benar. Menurut GAPS, langkah tersebut penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai prinsip profesionalisme.

“Transparansi adalah fondasi utama dalam penegakan hukum. Kami meminta Kapolresta Kendari menunjukkan komitmennya dengan mengevaluasi oknum penyidik yang diduga bersikap tidak kooperatif serta memastikan proses penanganan perkara berjalan secara terbuka, profesional, dan akuntabel,” tegas Ilham, perwakilan GAPS.

GAPS menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan dugaan penyelundupan BBM non-subsidi di SPBU Bundaran Tank sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi proses penegakan hukum yang berkeadilan dan berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *