JAKARTA,KABENGGA.ID. – Ketua PSSI Erick Thohir mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada Timnas Indonesia yang tengah menjalani fase krusial dalam proses pembangunan tim nasional. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari konsistensi membangun fondasi yang kuat demi prestasi jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick di tengah perjuangan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026, di mana Skuad Garuda akan menghadapi laga penentuan yang menentukan nasib mereka di turnamen tersebut. Pertandingan itu dinilai bukan sekadar perebutan tiket ke fase berikutnya, tetapi juga menjadi ujian bagi proyek regenerasi yang sedang dijalankan PSSI bersama pelatih kepala John Herdman.

Erick menegaskan, seluruh elemen sepak bola Indonesia harus tetap berdiri di belakang tim, baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi hasil yang mengecewakan. Baginya, dukungan publik menjadi modal penting untuk membangun mental juara sekaligus menjaga kepercayaan diri para pemain.

“Ya, partai hidup mati yang saya rasa Coach John akan hadapi dengan para pemain. Saya sebagai Ketua PSSI mendukung penuh Coach John dan para pemain,” ujar Erick Thohir usai menyaksikan final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026).

Menurut Erick, laga penentuan tersebut menjadi momentum bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan karakter sebagai tim yang mampu bangkit di bawah tekanan. Ia menilai, membangun mental bertanding tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui pengalaman menghadapi pertandingan-pertandingan besar.

“Ini bagian daripada pembangunan karakter tim untuk persiapan masa depan tim nasional,” tegas Erick.

Regenerasi Jadi Prioritas PSSI

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, PSSI terus mendorong regenerasi pemain sebagai salah satu program prioritas. Strategi tersebut diwujudkan dengan memberikan ruang yang lebih luas kepada pemain-pemain muda untuk tampil di level internasional.

Langkah itu diyakini menjadi investasi penting agar Indonesia memiliki skuad yang matang ketika menghadapi berbagai turnamen besar dalam beberapa tahun mendatang. Pengalaman bertanding sejak usia muda dinilai akan mempercepat perkembangan pemain sekaligus menciptakan persaingan sehat di dalam tim nasional.

John Herdman pun konsisten menjalankan kebijakan tersebut sepanjang Piala AFF 2026. Sejumlah pemain muda mendapat kesempatan tampil dan dipercaya mengemban tanggung jawab di pertandingan penting.

Bagi Erick, keberanian memberikan kesempatan kepada generasi muda merupakan bagian dari visi besar membangun Timnas Indonesia yang kompetitif, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang.

“Ya, kita tahu banyak pemain muda yang disiapkan oleh Coach John yang ada untuk tim saat ini. Mudah-mudahan ini menjadi bakal pembibitan juga, pembentukan tim untuk menuju 2030,” katanya.

Target Tak Berhenti di Piala AFF

Erick mengingatkan bahwa perjalanan Timnas Indonesia tidak berhenti di Piala AFF 2026. Setelah turnamen tersebut, Skuad Garuda masih akan menghadapi agenda internasional yang tidak kalah penting, mulai dari FIFA ASEAN Cup 2026 hingga Piala Asia 2027.

Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat untuk melihat setiap pertandingan sebagai bagian dari proses menuju target yang lebih besar. Menurutnya, membangun tim nasional yang kuat membutuhkan waktu, konsistensi, dan dukungan dari seluruh pencinta sepak bola Indonesia.

Ia menilai tekanan berlebihan terhadap pelatih maupun pemain justru dapat menghambat proses pembentukan tim yang saat ini sedang berlangsung. Sebaliknya, kepercayaan dan dukungan akan menjadi energi positif bagi skuad Garuda untuk terus berkembang.

Bangun Mental Juara

Erick juga menekankan bahwa sepak bola modern tidak hanya membutuhkan kualitas teknik dan taktik, tetapi juga mentalitas yang tangguh. Pengalaman menghadapi pertandingan berintensitas tinggi akan menjadi bekal berharga bagi para pemain muda untuk berkembang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.

PSSI, kata Erick, berkomitmen menjaga kesinambungan program pembinaan agar regenerasi berjalan berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia diharapkan mampu bersaing secara konsisten di level Asia bahkan dunia.

“Masih ada FIFA ASEAN Cup, masih ada Piala Asia 2027. Jadi kita harus support Coach John dan tim nasional, di kala baik dan tidak baik. Tapi saya yakin mereka akan memberikan yang terbaik,” tutup Erick Thohir.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan Timnas Indonesia adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan kesabaran. Di tengah tingginya ekspektasi publik, Erick berharap seluruh pencinta sepak bola nasional tetap percaya pada proses yang sedang dijalankan, sehingga mimpi membawa Indonesia menjadi kekuatan sepak bola Asia pada 2030 dapat diwujudkan.(**).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *