Muna Barat – Kabengga.id ( 4 November 2025) ll Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah ditemukan ulat di salah satu porsi makanan yang dibagikan kepada siswa SMAN 1 Lawa. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa dan orang tua mengenai kualitas serta keamanan makanan yang dikonsumsi setiap hari melalui program tersebut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah seorang siswa yang hendak menyantap makanan siangnya. Saat membuka kemasan, ia mendapati ulat di dalam lauk sayur yang disajikan. Temuan itu sontak mengundang reaksi dari teman-teman sekelasnya dan membuat suasana makan siang berubah panik.

Beberapa siswa mengaku merasa jijik dan kehilangan selera makan setelah mengetahui ada ulat di porsi yang dibagikan. Sebagian lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah agar segera ditindaklanjuti.

Kepala SMAN 1 Lawa bersama sejumlah guru langsung memeriksa sisa makanan yang dibagikan hari itu. Mereka kemudian melaporkan temuan ini kepada pihak penyelenggara program MBG di tingkat kabupaten untuk dilakukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan sementara, makanan yang dibagikan berupa nasi, sayur, dan lauk pauk hasil olahan dari dapur penyedia MBG setempat. Namun, temuan ulat ini mengindikasikan adanya masalah dalam proses pembersihan bahan pangan sebelum dimasak maupun dalam penyimpanan bahan makanan di dapur pengolahan.

“Ini menunjukkan kurangnya pengawasan pada proses penyimpanan atau pengolahan bahan makanan. Ulat bisa muncul karena bahan pangan tidak dibersihkan dengan baik atau disimpan di tempat yang lembap dan tidak higienis,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian ini bukan hanya mencoreng citra program Makanan Bergizi Gratis yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh pihak pelaksana dilapangan. AmanTomo, Permehati kebijakan publik menilai kejadian ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan penyedia layanan MBG. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan baku, pengelolaan dapur, hingga pengawasan akhir sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

“Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengelola MBG, rantai distribusi bahan baku, hingga pengawasan akhir sebelum makanan dibagikan. Pihak terkait juga wajib memastikan penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat agar insiden seperti ini tidak terulang,” tegas AmanTomo saat dikonfirmasi Kabengga.id. Selasa (4/11/2025).

Ia juga menambahkan bahwa program MBG merupakan program dengan tujuan mulia untuk mendukung peningkatan gizi dan kesehatan pelajar. Namun, tanpa pengawasan yang disiplin dan standar mutu yang tinggi, tujuan tersebut dapat berbalik menjadi ancaman bagi keselamatan siswa.

Pihak pemerintah kabupaten dikabarkan akan segera melakukan inspeksi mendadak ke dapur penyedia MBG yang memasok makanan ke SMAN 1 Lawa. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan sesuai dengan ketentuan keamanan pangan dan kebersihan yang berlaku.

Masyarakat berharap agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik ke depan. Dengan perbaikan sistem dan pengawasan ketat, program MBG diharapkan benar-benar mampu menjadi solusi peningkatan gizi tanpa mengorbankan keselamatan serta kesehatan peserta didik/ LC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *