Kendari – Pasokan minyak goreng subsidi merek Minyakita di pasar tradisional Kota Kendari mengalami penurunan yang cukup terasa.
Hal ini terjadi karena sebagian besar stok yang seharusnya beredar di masyarakat dialihkan mendukung penyaluran bantuan pangan nasional. Akibatnya, pedagang eceran kesulitan memperoleh barang dari Bulog, sehingga konsumen terpaksa membeli minyak goreng non-subsidi dengan harga yang lebih mahal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengakui kondisi tersebut terlihat jelas di sejumlah pasar dalam wilayah kota Kendari dan sekitarnya , di mana tingginya kebutuhan untuk program bantuan menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan ke pedagang.
“Ketika minyak subsidi berkurang bahkan kosong di pasaran, masyarakat otomatis beralih membeli minyak non-subsidi yang harganya lebih tinggi. Ini menjadi dampak langsung dari pengalihan stok untuk program bantuan pangan nasional,” ujar Abdul Rauf, Sabtu 13 Juni 2026.
Dijelaskan pemerintah kota terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan instansi terkait untuk memantau kondisi lapangan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok lainnya sehingga tidak menimbulkan beban berlebih bagi masyarakat.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan pangan segera selesai sesuai jadwal, sehingga distribusi minyak goreng subsidi ke pasar dapat kembali normal. Dengan keseimbangan antara kebutuhan program bantuan dan kebutuhan sehari-hari warga, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap terjaga dan terjangkau oleh masyarakat (redaksi)
