Kendari,Kabengga.Id. (13 Juni 2026 ) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Peningkatan biaya distribusi barang dan jasa dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok serta memperberat beban hidup masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Departemen Analisis Strategis dan Hubungan Masyarakat ILKOMP FMIPA UHO sekaligus Eks Pergerakan BEM FMIPA UHO Periode 2025, Muhammad Rizal, menegaskan bahwa kenaikan harga BBM tidak dapat dipandang sebagai persoalan yang biasa.

Menurutnya, kondisi tersebut akan memberikan konsekuensi langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kenaikan harga BBM akan berdampak pada meningkatnya biaya distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan barang konsumsi lainnya.

“Kenaikan harga BBM hari ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa. Terlebih lagi jika disertai dengan melemahnya nilai tukar rupiah, kondisi ini berpotensi memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Kenaikan harga BBM akan meningkatkan biaya distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok serta berbagai barang konsumsi lainnya,” ujar Muhammad Rizal.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa dinamika politik dan ekonomi global yang sedang bergejolak turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga energi. Namun demikian, pemerintah dinilai perlu menunjukkan kecermatan dalam merumuskan kebijakan serta ketepatan dalam menjalankan berbagai program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Saya memahami bahwa situasi politik dan ekonomi global yang sedang memanas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga energi. Namun demikian, pemerintah harus mampu menunjukkan kecermatan dalam mengambil kebijakan dan ketepatan dalam mengeksekusi program-programnya. Setiap kebijakan yang diambil seharusnya mempertimbangkan dampak langsung terhadap masyarakat serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama,” katanya.

Muhammad Rizal juga menekankan pentingnya penetapan skala prioritas dalam penyusunan kebijakan publik. Menurutnya, kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah dibandingkan program-program yang manfaatnya belum dirasakan secara langsung oleh rakyat.

“Dalam kondisi yang penuh tekanan seperti saat ini, pemerintah perlu menentukan skala prioritas yang jelas. Kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus menjadi perhatian utama dibandingkan program-program lain yang dampaknya tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Sebab, tujuan utama dari setiap kebijakan publik adalah memastikan kesejahteraan rakyat tetap terjaga, bukan justru menambah beban hidup mereka,” tegasnya.

Kondisi kenaikan harga BBM yang beriringan dengan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah kebijakan yang tepat, terukur, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat agar stabilitas ekonomi dan daya beli rakyat dapat tetap terjaga.

— Selesai —

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *