Bombana – Kabengga.id ll Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Aula Paviliun Rumah Jabatan Bupati Bombana, Senin (3/11/2025). Puluhan perwakilan Forum Honorer Bombana R4 hadir dengan penuh harap untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, terkait nasib mereka pasca pendataan PPPK paruh waktu.
Pertemuan ini berawal dari inisiatif cepat anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad (YUA), yang tanggap terhadap keluhan para tenaga honorer. Hari itu juga, Yudi menerima langsung perwakilan Forum Honorer Bombana R4 di kantor DPRD Bombana. Setelah mendengar keluhan mereka, Yudi segera menghubungi Bupati untuk meminta waktu audiensi. “Begitu mendengar keluhan teman-teman honorer, saya langsung hubungi Bupati. Ini soal nasib orang banyak, tidak boleh ditunda,” ujar Yudi tegas.
Gayung pun bersambut. Bupati Burhanuddin merespons cepat permintaan tersebut dan langsung menggelar pertemuan hari itu juga. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Bombana Ir. Syahrun, ST, M.P.W.K, serta Kepala BKPSDM Deddy Fan Alfa Slamet, ST., MM. Bupati mendengarkan satu per satu aspirasi para honorer dengan penuh perhatian.
Dalam forum tersebut, perwakilan honorer menyatakan kesediaan mereka untuk tetap mengabdi tanpa kepastian gaji, bahkan siap tidak digaji jika kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Mereka hanya berharap agar tetap dimasukkan dalam pendataan BKN untuk diusulkan sebagai PPPK paruh waktu.
Menanggapi hal itu, Bupati Burhanuddin meminta pandangan Kepala BKPSDM mengenai regulasi yang memungkinkan usulan tersebut. Deddy Fan Alfa Slamet menjelaskan bahwa langkah itu dapat dilakukan dengan catatan para honorer menandatangani surat pernyataan resmi sebagai bentuk komitmen terhadap kesediaan mereka.
Dalam suasana penuh empati, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para honorer yang selama ini telah mengabdi di berbagai instansi — mulai dari kantor OPD, kecamatan, kelurahan, sekolah, hingga Puskesmas dan RSUD. “Saya memahami perjuangan dan harapan teman-teman honorer. Pemerintah tidak menutup mata, tapi kita juga harus realistis dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Bupati dengan nada hangat.
Namun di balik keprihatinan itu, ada kabar bahagia. Pemkab Bombana berkomitmen mengusulkan seluruh tenaga honorer kategori R4 ke BKN agar dapat ditetapkan sebagai PPPK paruh waktu, selama hal itu tidak bertentangan dengan regulasi dan peraturan yang berlaku. Kebijakan ini menjadi solusi sementara agar status para honorer tetap diakui dan tidak kehilangan kesempatan.
“Kita apresiasi semangat pengabdian mereka. Meski dengan segala keterbatasan, semangat seperti inilah yang menunjukkan dedikasi tinggi kepada daerah,” tegas Bupati Burhanuddin, disambut tepuk tangan peserta pertemuan.
Hasil pertemuan tersebut dituangkan dalam notulen resmi yang ditandatangani oleh Bupati, Sekda, Kepala BKPSDM, Anggota DPRD Yudi Utama Arsyad, serta sejumlah perwakilan honorer seperti Nani Mulyani, Sahruni, S.Pd, Saidu Karim, Muchlis Asfian, dan Irma Sari. Dalam keputusan rapat, seluruh honorer R4 diminta menandatangani surat pernyataan dalam waktu 3 x 24 jam dan menyerahkannya ke BKPSDM Bombana untuk diproses lebih lanjut.
Usai penandatanganan, BKPSDM bersama perwakilan DPRD dan Forum Honorer akan berangkat langsung ke BKN membawa berkas usulan resmi. “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan Pak Yudi yang sudah mendengar langsung keluh kesah kami. Ini kabar bahagia yang kami tunggu-tunggu,” ungkap Muchlis Asfian, mewakili honorer R4.
Sebagaimana diketahui, dalam pengusulan PPPK Paruh Waktu, BKN memprioritaskan kategori R2 dan R3. Sementara kategori R4 — yang jumlahnya lebih dari 1.500 orang di Bombana — sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Namun, dengan komitmen kuat Pemkab Bombana, para honorer R4 kini memiliki secercah harapan baru untuk diakui sebagai bagian dari ASN masa depan.**
