Kolaka Timur ll Kabengga.id – Suasana rapat paripurna DPRD Kolaka Timur (Koltim) dengan agenda penyerahan KUA-PPAS Perubahan 2025 mendadak memanas. Fraksi Partai Gerindra memilih walk out dari forum sebagai bentuk protes keras terhadap anjloknya harga pembelian pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani.

Ketua Komisi II DPRD Koltim, Suprianto, ST., MT., memimpin langsung aksi walk out tersebut bersama seluruh anggota Fraksi Gerindra. Ia menegaskan langkah itu bukan sekadar manuver politik, melainkan suara tulus untuk membela kepentingan ribuan petani Kolaka Timur.

“Hari ini saya dan kawan-kawan Fraksi Gerindra berdiri membela petani. HPP gabah hanya Rp5.100–Rp5.800 per kilogram, jelas merugikan petani. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025, pemda wajib hadir mencari solusi. Jika tidak, kami tidak akan ikut dalam pembahasan anggaran perubahan,” tegas Suprianto lantang.

Fraksi Gerindra menuntut agar Pemkab Koltim segera membentuk Tim Stabilisasi Harga Gabah sebagai langkah strategis menjaga harga sesuai arahan presiden.

“Tanpa tim khusus, rapat-rapat besar seperti ini hanya formalitas yang tidak menyentuh akar persoalan,” tambahnya.

Suprianto juga menohok Pemda Koltim agar lebih berpihak pada masyarakat bawah.

“Petani adalah tulang punggung daerah ini. Jangan biarkan mereka terus dirugikan. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.

Di hadapan publik, Suprianto menyemangati para petani agar tetap tegar.

“Percayalah, kami tidak akan tinggal diam. Suara petani adalah suara rakyat, dan itu perjuangan kami,” katanya.

Gerindra juga mengajak seluruh elemen masyarakat—kelompok tani, penggilingan padi, hingga pelaku usaha—untuk bersatu mendukung gerakan stabilisasi harga gabah di Koltim.

Di akhir pernyataannya, Suprianto menutup dengan desakan keras:

“Harapan kami jelas: Pemda Koltim harus segera menindaklanjuti arahan presiden. Dengan begitu, petani bisa hidup lebih sejahtera, dan sektor pertanian Koltim akan makin kuat,” pungkasnya.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *