KONAWE,KABENGGA.ID. – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka Temu Karya Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/6/2026). Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ajang memperkuat sinergi serta kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wamendagri beserta rombongan dan seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Temu Karya Nasional di Sulawesi Tenggara merupakan kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperkuat pembangunan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah strategis dalam menyatukan persepsi, memperkuat sinergi, dan menyelaraskan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mendukung percepatan pembangunan nasional.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai gagasan, inovasi, dan rekomendasi strategis yang dapat mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Konawe atas kesiapan serta dukungan penuh dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa Temu Karya Nasional bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
“Forum ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan di daerah,” kata Akhmad Wiyagus.
Pada kesempatan itu, Wamendagri juga menyoroti posisi strategis Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya di sektor pertambangan dan pertanian. Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara optimal melalui penguatan hilirisasi industri agar mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, ketidakpastian ekonomi dunia, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Akhmad Wiyagus menjelaskan bahwa arah pembangunan nasional saat ini berpedoman pada visi Indonesia Emas 2045 yang diwujudkan melalui delapan misi pembangunan atau Asta Cita. Dalam konteks tersebut, desa memiliki peran sentral sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Karena itu, kepala daerah, kepala desa, dan seluruh pemangku kepentingan tidak cukup hanya memahami Asta Cita, tetapi harus mampu mengimplementasikannya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Usai menyampaikan sambutan, Wamendagri secara resmi membuka Temu Karya Nasional dengan melakukan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Prosesi tersebut disaksikan ribuan peserta dan tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Bupati Konawe, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IPDN, para kepala daerah atau perwakilannya, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Konawe, serta pimpinan organisasi perangkat daerah tingkat provinsi maupun kabupaten.
Temu Karya Nasional di Konawe diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat pembangunan desa sebagai pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(redaksi).
