Upaya Melestarikan Kekayaan Budaya Suku Muna di Tengah Arus Globalisasi

Muna – Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Lamaeo-Kendari (HMPL-Kendari) telah menggelar Festival Budaya Wuna Ke-IV dengan tema “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri”. Kegiatan yang bertujuan melestarikan dan memperkenalkan budaya suku Muna kepada generasi muda dan masyarakat luas berlangsung pada tanggal 27–28 Maret 2026 di Balai Desa Lamaeo, mulai pukul 18.00 WITA.

Ketua Panitia, La Ode Muhammad Alimin, menyampaikan bahwa pelaksanaan festival ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal akibat pengaruh budaya asing yang semakin kuat. “Melalui festival ini, kami ingin menghidupkan kembali kecintaan terhadap budaya Muna sekaligus menjadi wadah ekspresi seni bagi generasi muda,” ujarnya.

Berbagai rangkaian acara telah disiapkan untuk memeriahkan kegiatan ini, antara lain lomba tradisional seperti makalele, engrang, dan poase. Selain itu, juga disajikan pertunjukan seni budaya berupa dongeng dan puisi berbahasa Muna, musik gambus, musik matatou, tari linda, dan modero. Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat.

Penanggung jawab kegiatan, Aan Awaludin, berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun juga mampu memperkuat identitas budaya lokal. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Melalui Festival Budaya Wuna Ke-IV, HMPL-Kendari berharap dapat menciptakan ruang kolaborasi antara pelajar, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya Muna agar tetap lestari dan dikenal lebih luas./FI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *