Bajoe,Kabengga.Id ( 28 Maret 2026 ) — Di tengah tingginya mobilitas arus balik Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dan para pemangku kepentingan sepakat menunda pengalihan sementara lintasan Bajoe–Kolaka ke Siwa–Kolaka. Kebijakan ini diambil guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, sistem tiket siap digunakan secara optimal, serta aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu.

Sebelumnya, pengalihan lintasan dijadwalkan mulai 1 April 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelabuhan dan optimalisasi layanan. Namun, berdasarkan hasil koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo, Dinas Perhubungan, serta pihak terkait lainnya, implementasi tersebut disepakati untuk ditunda hingga 10 April 2026.

Dengan penyesuaian ini, operasional lintasan Bajoe–Kolaka tetap berlangsung normal selama masa transisi demi menjamin kelancaran layanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Sepanjang periode Januari 2025 hingga Februari 2026, Pelabuhan Bajoe tercatat melayani lebih dari 28.000 penumpang dan sekitar 56.000 unit kendaraan. Data ini menunjukkan tingginya intensitas pergerakan di lintasan tersebut sekaligus menegaskan peran strategis Pelabuhan Bajoe sebagai simpul konektivitas antarwilayah di Sulawesi.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, menjelaskan bahwa keputusan penundaan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, terutama pada periode arus balik.

“Pergerakan penumpang dan kendaraan logistik di lintasan Bajoe–Kolaka masih cukup tinggi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Maret. Kami perlu memastikan seluruh layanan tetap berjalan lancar tanpa gangguan, sehingga pengalihan lintasan ditunda agar tidak mengganggu distribusi logistik maupun mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan fasilitas di Pelabuhan Siwa juga menjadi perhatian utama, termasuk penyempurnaan sarana pendukung serta penyesuaian operasional sebelum lintasan dialihkan.

Seiring rencana pengalihan operasional ke Siwa, manajemen ASDP Cabang Bajoe juga memastikan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan. ASDP menyiapkan pemanfaatan area pelabuhan sebagai ruang produktif bagi pelaku UMKM melalui penyediaan lahan yang dapat digunakan untuk melayani pengunjung kawasan wisata Pantai Bajoe, yang mencapai sekitar 6.000 orang per bulan.

Selain itu, area pelabuhan di luar zona konstruksi tetap dioptimalkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, car free day, hingga aktivitas sosial lainnya.

Dalam skema pengalihan lintasan nantinya, ASDP akan mendukung pengelolaan tiket penyeberangan secara online di lintasan Siwa–Kolaka melalui platform Ferizy. Sementara itu, komponen tarif jasa kepelabuhanan seperti retribusi daerah, pas masuk, dan pungutan lainnya tetap dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa penerapan layanan tiket online menjadi bagian penting dalam transformasi layanan penyeberangan yang lebih modern dan terintegrasi.

“Penerapan Ferizy di lintasan Siwa–Kolaka diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akurasi data, serta memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan. Kami memastikan kesiapan sistem ini berjalan optimal sebelum pengalihan lintasan diberlakukan,” jelasnya.

Selain faktor arus balik, penundaan juga dipengaruhi oleh masih diperlukannya waktu untuk penyempurnaan fasilitas di Pelabuhan Siwa serta adanya keterlambatan pengiriman material untuk pembangunan movable bridge (MB).

ASDP memastikan bahwa selama masa penundaan, operasional lintasan Bajoe–Kolaka tetap berjalan normal dan optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan layanan pembelian tiket online melalui Ferizy guna menghindari antrean di pelabuhan,” tutup Windy.

Ke depan, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi guna memastikan proses pengalihan lintasan dapat berjalan lancar, efektif, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta kelancaran konektivitas antarwilayah. / Corporate Secretary PT ASDP INDONESIA FERRY( Persero).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *