Kendari – Kabengga.id ll Ketua BEM FKIP Universitas Halu Oleo (UHO), Ferli Muhammad Nur, mengeluarkan pernyataan keras terkait kasus yang menimpa Guru Mansur B—Maman—guru SDN 2 Kendari yang kini dijerat tuduhan pelecehan. Bagi Ferli, kasus ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi preseden berbahaya yang dapat meruntuhkan marwah pendidikan: guru yang niatnya menolong siswa bisa dikriminalisasi hanya karena ada pihak berkepentingan merasa terganggu.
Ferli menegaskan bahwa tindakan Guru Mansur hanyalah bentuk spontanitas seorang pendidik yang peduli ketika melihat siswinya demam. Namun niat baik itu justru dipelintir hingga berubah menjadi tuduhan yang merusak nama baik seorang guru yang telah puluhan tahun mengabdi.
“Bukti yang dipakai untuk menjerat Pak Mansur sangat lemah. Sulit bagi kami untuk tidak mencium adanya permainan dalam proses hukum ini. Apalagi banyak informasi yang mengatakan bahwa orang tua siswa memiliki pengaruh dalam pemerintahan. Ini bukan sekadar rumor — ini indikasi kuat bahwa hukum bisa diarahkan sesuai kepentingan tertentu,” tegas Ferli.
Lebih jauh, Ferli menilai kondisi dunia pendidikan semakin mengkhawatirkan. Guru yang seharusnya menjadi sosok terhormat dan dilindungi justru menjadi sasaran kriminalisasi. “Jika guru yang menolong murid malah diseret ke meja hijau, lalu apa yang kita harapkan dari masa depan pendidikan? Jangan salahkan guru kalau suatu hari mereka lebih memilih diam daripada membantu muridnya,” ujarnya.
Menurut Ferli, negara tidak boleh membiarkan praktik seperti ini berlangsung dan menjadi budaya baru yang membungkam para pendidik. “Kalau guru saja tidak aman, jangan bermimpi bangsa ini bisa maju. Pendidikan akan runtuh bukan karena minim fasilitas, tetapi karena guru-gurunya dipaksa hidup dalam ketakutan,” tambahnya.
Sebagai bentuk sikap, BEM FKIP UHO menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Mereka tidak akan membiarkan ada pihak yang bermain di balik perkara pendidikan.
“Jika ada pihak yang mencoba mempermainkan kasus ini, kami yang akan berdiri paling depan. Jangan uji kesabaran mahasiswa ketika menyangkut marwah guru. Bila diperlukan, kami siap menurunkan massa dalam jumlah besar. Kami tidak akan membiarkan satu guru pun diperlakukan semena-mena,” pungkas Ferli./FI.
