Kendari – Kabengga.id ll Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah strategis untuk memastikan keterjangkauan harga serta ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, saat membuka sekaligus memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sultra di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa (25/11/2025).

Rakor bertema “Optimalisasi Sinergi TPID Provinsi–Kabupaten/Kota dan Penguatan Ketahanan Pangan serta Kestabilan Harga Jelang Nataru 2025” ini digelar sebagai respons atas dinamika ekonomi dan potensi tekanan inflasi menjelang akhir tahun.

Sebagai Ketua TPID Sultra, Gubernur menegaskan tiga agenda prioritas: memperkuat sinergi TPID di seluruh daerah, membangun ketahanan pangan, serta mengamankan stabilitas harga jelang Nataru.

Gubernur mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Sultra terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 mencapai 5,65 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,06 persen. Capaian ini dinilai sebagai bukti ketangguhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi tekanan harga di triwulan IV. Sultra memang mencatat deflasi bulanan sebesar 0,58 persen, namun inflasi tahunan masih berada di angka 3,26 persen.

“Perlu melakukan extra effort pengendalian inflasi melalui strategi 4K—ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif—mengingat proyeksi inflasi diperkirakan berada pada rentang atas target nasional,” tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Gubernur memaparkan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya:

  1. Penguatan ketahanan pangan melalui percepatan perluasan areal tanam dan penggunaan bibit unggul agar pasokan tetap terjaga.
  2. Pengembangan budidaya perikanan laut guna mengurangi ketergantungan pada perikanan tangkap yang rentan cuaca ekstrem, sekaligus mendorong hilirisasi produk perikanan bernilai tambah tinggi.
  3. Peningkatan kelancaran distribusi, termasuk optimalisasi kerja sama antardaerah, perbaikan infrastruktur jalan dan logistik, serta efisiensi biaya angkut terutama untuk wilayah kepulauan.
  4. Menjaga keterjangkauan harga dengan memperluas jaringan kios pangan, memperkuat Satgas Pangan, dan meningkatkan investasi pada sektor penggilingan beras serta industri pengolahan pangan.
  5. Komunikasi publik yang efektif melalui rakor berkala, rilis informasi terjadwal, serta pemantauan dampak kebijakan UMP terhadap daya beli masyarakat.

Mengakhiri arahannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjaga stabilitas harga di Sultra.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh TPID, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, serta Bank Indonesia, BPS, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi menjaga inflasi daerah tetap terkendali,” ujarnya.

Melalui rakor ini, Gubernur berharap TPID di seluruh Sultra semakin solid dalam memperkuat koordinasi, mempercepat respons kebijakan, serta berlandaskan data dan analisis dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kita harus memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah melalui harga pangan yang terjangkau, distribusi yang lancar, dan stabilitas harga yang terjaga,” tutupnya.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *