Kendari – Kabengga.id ll Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara segera menerapkan fase baru pengaturan lampu lalu lintas di Perempatan Pasar Baru Kendari, salah satu titik yang dikenal rawan kecelakaan di pusat kota. Rekayasa fase APIL ini dirancang untuk memangkas waktu tunggu dan memperlancar arus kendaraan yang selama ini tersendat akibat durasi lampu merah yang bisa mencapai dua menit.

Sepanjang 2020–2024, simpang ini mencatat 11 kecelakaan, dengan tiga korban jiwa dan delapan korban luka. Data tersebut menjadi dasar perlunya penyesuaian fase lampu, terutama saat volume kendaraan meningkat.

Dalam skema baru yang mulai diuji pekan depan, arus timur–barat—dari Pasar Baru ke Lippo Plaza—akan mendapat lampu hijau secara bersamaan. Fasilitas belok kiri langsung di kedua arah dihapus karena kerap menyebabkan penumpukan di tengah simpang. Untuk menjaga kelancaran, arus dari Pasar Baru diberi jeda 15 detik sebelum arus dari Lippo Plaza bergerak. Sementara itu, arus selatan–utara dari Bandara Haluoleo menuju Maxcell Kendari tetap mengikuti fase normal.

Kajian teknis BPTD menunjukkan simpang ini memiliki tingkat konflik lalu lintas yang tinggi. Karena itu, BPTD merekomendasikan pemajuan median pada setiap lengan simpang guna memperbaiki jarak pandang pengendara dan menurunkan potensi benturan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *