Kolaka — Kabengga. id ll Babak baru industri nikel di Kabupaten Kolaka resmi dimulai. Momentum bersejarah ini ditandai dengan First Digging Ceremony PT Pama Persada – PT Vale IGP Pomalaa serta penandatanganan MoU Program “Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya” dan Bridge Program antara PT Vale Indonesia Tbk dan Huayou Cobalt Co. Ltd.
Acara yang digelar di Site PT Vale IGP Pomalaa Blok Pomalaa itu dihadiri langsung oleh Bupati Kolaka H. Ahmad Safei Amry, Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto, Mayjen TNI (Purn) F.S. Multhazar, Direktur & Chief Project Officer PT Vale Muhammad Asril, serta perwakilan manajemen PT Pama Persada, PT Huayou, dan PT KNI.
Dalam sambutannya, Bupati Amry menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti konkret proyek besar PT Vale IGP Pomalaa benar-benar mulai bergerak, bukan sekadar janji di atas kertas.
“Sebagai pemerintah daerah, kami menaruh harapan besar agar proyek ini membawa dampak positif dan signifikan bagi masyarakat Kolaka, khususnya di sekitar wilayah operasional,” ujarnya tegas.
Bupati juga mengingatkan seluruh perusahaan agar patuh pada regulasi, terutama dalam pemenuhan tenaga kerja lokal serta pemberdayaan pengusaha dan UMKM daerah agar dapat masuk ke dalam rantai pasok industri tambang.
Lebih lanjut, Amry menyinggung kondisi ekonomi Kolaka yang masih menantang. Berdasarkan data BPS Kolaka, jumlah pencari kerja mencapai 6.154 orang, dengan pengangguran terbuka 3.904 orang, sementara inflasi per September 2025 berada di angka 4,34%.
“Angka-angka ini adalah alarm bagi kita semua. Pemerintah dan dunia usaha harus berkolaborasi nyata, bukan hanya seremonial,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan program CSR Plus ESG (Environmental, Social, and Governance) harus menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Tanggung jawab sosial tidak berhenti pada proyek fisik semata. CSR harus menyentuh pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, pelatihan teknologi, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati Amry menegaskan arah visi daerah yang berorientasi pada kesejahteraan nyata:
“CSR bukan sekadar formalitas. Ia harus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kolaka yang sehat, bersih, dan berdaya.”(redaksi).
