KENDARI – Suasana pagi yang seharusnya tenang di kawasan Jembatan Teluk Kendari berubah mencekam. Sekelompok anak di bawah umur nekat menggelar aksi balapan liar disertai tawuran, Minggu (22/2/2026) dini hari.

Aksi yang dinilai meresahkan itu akhirnya dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis dari Polda Sulawesi Tenggara. Saat petugas tiba di lokasi, para remaja tersebut langsung kocar-kacir menyelamatkan diri, berhamburan meninggalkan sepeda motor mereka.

Dari pantauan di lapangan, sebagian besar pelaku tidak menggunakan helm. Motor yang digunakan pun telah dimodifikasi dengan knalpot racing atau “brong”, menimbulkan suara bising yang memecah kesunyian subuh dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Tak hanya membahayakan diri sendiri, aksi ugal-ugalan itu juga mengancam keselamatan pengendara yang melintas di jalur strategis tersebut. Jembatan penghubung utama Kota Kendari itu kerap menjadi titik rawan balapan liar, terutama pada akhir pekan dan menjelang waktu sahur.

Patroli yang digelar personel Perintis Polda Sultra ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan 2026. Kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang membahayakan keselamatan publik, terlebih melibatkan anak di bawah umur.

Fenomena balapan liar dan tawuran remaja kembali menjadi alarm keras bagi orang tua dan aparat. Tanpa pengawasan dan penindakan tegas, aksi serupa berpotensi terulang — bahkan bisa berujung tragedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *