KONAWE KEPULAUAN – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ir. Hugua, M.Ling, resmi menutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sultra tahun 2026 dengan kunjungan ke Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Langara Iwawo, Kecamatan Wawonii Barat, Senin (16/3/2026).

Penutupan Safari Ramadan ini bukan sekadar seremoni. Di hadapan jamaah tarawih, Hugua menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus benar-benar terasa, tidak hanya dalam bentuk program, tetapi juga melalui sentuhan nilai-nilai keagamaan yang menguatkan kehidupan sosial.

“Safari Ramadan ini bukan hanya agenda rutin, tapi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai keimanan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, Ramadan harus menjadi ruang transformasi diri—bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih sabar, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Memasuki fase krusial sepuluh hari terakhir Ramadan, Hugua mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Ia mendorong peningkatan kualitas ibadah, mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah dan doa.

“Di penghujung Ramadan inilah kualitas ibadah kita diuji. Jangan sampai kita lengah di saat pahala dilipatgandakan,” ujarnya mengingatkan.

Lebih jauh, Hugua juga menyoroti potensi besar Kabupaten Konawe Kepulauan, khususnya Pulau Wawonii. Ia menyebut sektor perikanan, pertanian, perkebunan, hingga wisata bahari sebagai kekuatan strategis yang harus dikelola serius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Wawonii ini kaya. Tinggal bagaimana kita mengelola potensi itu secara maksimal dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah turut menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 131 rumah tangga kurang mampu. Program ini menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat.

Safari Ramadan 2026 pun resmi ditutup dengan pesan kuat: ibadah tidak berhenti di masjid, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kepulauan, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda setempat yang menunjukkan soliditas dukungan terhadap program pemerintah di daerah.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *